Breaking News

Senin, 09 Mei 2016

MELANCONG KE MELAKA

Halo teman-teman apa kabar? Kali ini saya mau berbagi cerita tentang pengalaman liburan di Kota Melaka.

Libur awal bulan Mei kemarin, kami jalan-jalan ke Melaka. Mumpung saya lagi bertugas di Kota Dumai. Kata teman-teman kantor, lebih enak jalan-jalan ke Melaka. Melaka adalah sebuah kota tujuan wisata yang sangat terkenal di mancanegara. Melaka juga merupakan kota bersejarah dimana bangunan-bangunan dan gedung-gedung kuno masih tetap dipertahankan serta dipelihara dengan sangat baik.  

Yang harus kita siapkan sebelum pergi ke Melaka : 

Niat 
Persiapan utama dan paling penting yaitu Niat (Nawaitu). Karena percuma saja kalau kita punya kesempatan atau punya uang banyak tapi tidak ada niat, semuanya akan sia-sia. Jangan pikirkan kesempatan dulu. Tak usah memikirkan soal uang. Siapkan niat yang kuat serta tekad yang bulat. Insyaallah semua akan terlaksana.   

Passport
Untuk bepergian ke luar negeri kita harus mempunyai Passport. Passport merupakan identitas atau tanda pengenal diri ketika kita berada di negeri orang. Selain itu Passport adalah sebagai bukti keseriusan bagi orang yang pengen melancong ke luar negeri. Percuma punya niat kuat tapi nggak di 'follow-up' dengan membikin Passport. Tunggu apa lagi. Ayo buruan datang ke Kantor Imigrasi. (Wah, kaya iklan ya, ha ha ha .....) 

Tiket Kapal Ferry
Harga tiket Kapal Ferry untuk sekali jalan (one way ticket) adalah 320 ribu rupiah per orang. Namun apabila kita membeli tiket pergi dan pulang (return ticket) dikenakan harga sebesar 600 ribu rupiah per orang. Lebih murah dan lebih praktis.

Pesan Kamar Hotel
Sebaiknya kita memesan kamar hotel melalui internet sebelum kita berangkat. Saat ini banyak aplikasi internet yang bisa digunakan untuk reservasi hotel. Lebih baik memesan hotel sebelum berangkat agar lebih praktis, aman dan nyaman.

Tukar Uang Ringgit
Saya menukar Uang Rupiah dengan Uang Ringgit Malaysia di Tempat Penukaran Valuta Asing di Jalan Sultan Syarif Kasim, dekat Toko Emas Modern. Nilai Kurs Ringgit Malaysia terhadap Rupiah adalah 1 RM = 3.400 IDR. 1 Ringgit Malaysia setara dengan 3.400 rupiah. Saya menukar 1.020.000 rupiah dengan Uang Ringgit senilai 300 RM.

Tabel Nilai Kurs
Sebaiknya kita menyiapkan Tabel Nilai Kurs Ringgit terhadap Rupiah. Jaga-jaga buat memudahkan kita dalam berbelanja atau bertransaksi. Tabel ini kita pakai sebagai contekan kalau kita mau  membeli sesuatu. Semacam bahan pertimbangan alias untuk mikir-mikir dulu. Sehingga kita tidak perlu menghitung dengan kalkulator HP. 

RM  IDR
 1      3.400
 2      6.800
 3     10.200
 4     13.600
 5     17.000
 6     20.400
 7     23.800
 8     27.200
 9     30.600
10    34.000
dan seterusnya

Keperluan Sehari-hari
Siapkan pakaian dan kebutuhan sehari-hari. Bawalah pakaian yang nyaman seperti kaos dan sepatu atau sendal yang akan digunakan untuk berjalan kaki. Sebaiknya gunakan sepatu santai, sepatu olah raga atau sendal yang nyaman. Siapkan juga kaca mata hitam dan topi.

Colokan Listrik Kaki 3
Biasanya hotel dan penginapan di Melaka menyediakan colokan listrik kaki tiga. Kita harus menyiapkan colokan listrik kaki tiga agar memudahkan kita dalam mengecas HP. Colokan listrik ini bisa kita beli di toko listrik dan toko elektronik.

Peta/Map
Peta bisa kita unduh (download) lewat internet. Dengan peta ini kita bisa memilih lokasi hotel sesuai dengan kebutuhan dan budget kita.

Selfie Stick
Sudah nggak jamannya lagi minta tolong orang buat motretin kita. Sekarang ada alat yang namanya Selfie Stick atau biasa disebut Tongsis (Tongkat Narsis). Kita bisa pakai alat ini untuk memotret kita sendiri tanpa perlu meminta bantuan orang lain. Jalan-jalan jadi lebih asik dengan Tongsis. Momen-momen indah pun bisa kita abadikan dengan memakai alat ini.


Informasi dan referensi
Carilah informasi dan referensi yang banyak. Baik tentang penginapan, transportasi, tempat-tempat menarik maupun tempat wisata kuliner. Informasi dan referensi bisa kita dapat dari teman, keluarga atau bisa juga kita browsing melalui internet.

Persiapan sudah, sekarang saatnya GO !
Melaka I'm Coming ....

Dari Dumai kami naik Ferry menuju Melaka. Setelah 2 jam mengarungi samudera eh salah, maksudnya menyeberangi Selat Malaka, tibalah kami di Pelabuhan Ferry Kota Melaka.

  Pelabuhan Ferry di Kota Melaka

Balai Ketibaan

Hotel Quayside
       
Hotel Quayside saat malam hari

Tips memilih hotel.
Pilihlah hotel sesuai dengan yang Anda inginkan. Sesuaikan dengan budget dan pilihlah hotel yang letaknya strategis. Kami memilih Hotel Quayside dengan pertimbangan lokasinya yang sangat strategis, sehingga ke mana-mana bisa berjalan kaki. 

Setelah masuk hotel dan istirahat sebentar, kami menuju Menara Taming Sari. Lokasinya cukup dekat dari hotel tempat kami menginap. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Murah sekaligus santai. 

Pintu Masuk Menara Taming Sari

Tiket Masuknya adalah 20 RM untuk dewasa dan 10 RM untuk anak-anak. Setelah membeli tiket, kita antri untuk masuk menuju ruangan kaca berbentuk bulat yang akan membawa kita naik dan menikmati pemandangan kota Malaka dari ketinggian 80 meter. Sebelum masuk kita akan difoto dulu. Nanti foto ini bisa Anda ambil dengan membayar 60 RM untuk 3 buah foto dengan latar belakang yang berbeda. Hal ini sifatnya opsional, artinya foto boleh diambil boleh juga tidak.
Dari ketinggian 80 meter, kita dapat menyaksikan pemandangan kota Malaka dari atas. Kita dapat menyaksikan kota Malaka secara 360 derajat. Berikut ini adalah pemandangan yang bisa kita lihat dari atas.

     Muzium Kastam dan Hotel Quayside

Kolam Renang
Red Square (kawasan kota tua)
Dataran Pahlawan Mega Mall
 Area Parkir Menara Taming Sari

Pusat Bisnis 

 Pelabuhan Ferry

Muzium Maritim

Setelah puas menikmati pemandangan kota Melaka dari atas Menara Taming Sari, kami berjalan kaki dari Menara Taming Sari menuju Dataran Pahlawan Mega Mall. Seperti Mall pada umumnya di sini banyak menjual kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, sepatu, jam tangan, alat elektronik dan tempat makan atau food court. 

Dataran Pahlawan Melaka Megamall

Saya membeli celana pendek casual di salah satu toko yang dibandrol dengan harga 39 RM atau sama dengan 132.000 dalam mata uang rupiah. Setelah melakukan windows shopping, kami singgah ke Ayam Penyet Ori yang letaknya dekat dengan pintu masuk mall tersebut. Kami memesan ayam penyet, gado-gado dan 2 gelas teh hangat tawar. Total yang harus kami bayar semuanya adalah 29,60 RM, setara dengan Rp.100.640.    

Struk Pembayaran

Setelah memanjakan perut dengan makan malam, kami istirahat sejenak di hotel. Bangungan Hotel Quayside merupakan bangunan lama. Dulunya tempat ini merupakan gudang Kastam atau gudang untuk menyimpan barang-barang yang dirampas oleh Bea dan Cukai Diraja Malaysia. Bangunan ini lalu disulap menjadi tempat penginapan seperti sekarang ini. Desainnya unik dan menarik.

Dinding Bagian Luar Hotel Quayside

Hotel Quayside tampak samping

Hal unik lainnya adalah di lobby hotel terdapat 2 buah meja yang terbuat dari kayu gulungan kabel ukuran besar yang disulap jadi meja unik. Di lantai atas ada meja dari kayu bekas peti kemasan.  Gila, kreatif banget. Sangat cocok dengan desain hotel yang kuno dengan sentuhan modern. Untuk menciptakan sesuatu yang keren gak butuh biaya yang mahal, tapi cukup dengan ide dan kreatifitas.

Meja Hias di Loby Hotel

Meja dari kayu peti kemasan

Setelah mandi dan istirahat di hotel, kami lanjutkan dengan mengunjungi Jonker Street. Lokasinya cukup dekat. Kami hanya berjalan kaki dari hotel menuju Jonker Street. Di tempat ini bisa kita temui orang yang berjualan makanan dan pusat oleh-oleh. Berbeda dengan siang hari, Jonker Street di saat malam hari lebih ramai dan padat pengunjung. Kami masuk ke salah satu galery di antara sekian banyak deretan yang menjual berbagai macam cindera mata. Kami masuk ke Jonker's Galery. Banyak barang-barang kerajinan yang unik dan menarik. Harganya pun bervariasi. Kami membeli gantungan kunci dan penjepit buku buat oleh-oleh. Harganya 10 Ringgit (Rp.34.000) untuk 3 item barang. 

 Pembatas Buku/Halaman 3 psc for 10 RM

 Gantungan Kunci 3 pcs for 10 RM

Setelah jalan-jalan di Jonker Street, kami jalan-jalan ke area kota tua pada saat malam hari. Suasana kota tua pada malam hari tak kalah ramai dibandingkan dengan siang hari. Kota Melaka dipenuhi pengunjung dari berbagai negara. Ada yang berjalan kaki. Ada yang berkeliling menggunakan jasa becak hias yang lebih meriah dengan aksesoris lampu warna-warni dan musik yang keras.

Malam semakin larut. Kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Jalan-jalan akan kami lanjutkan pada hari Sabtu besok.

Pagi-pagi sekali saya berjalan kaki sendirian untuk melihat-lihat suasana pagi. Kota Melaka masih nampak lengang. Hanya ada beberapa orang turis saja yang terlihat berjalan kaki. Saya pun berjalan kaki di sekitar hotel menuju ke Pelabuhan Ferry. Saya ingin mencoba berjalan kaki dari hotel ke Pelabuhan. Saya ingin membuktikan apa yang saya lihat kemarin dari atas Menara Taming Sari. Sungguh asik berjalan kaki di tepi Sungai Melaka. Kota Melaka ini sangat ramah bagi para pejalan kaki. Kita bisa berjalan kaki ke mana pun. Hampir setiap tempat wisata yang lokasinya berdekatan bisa kita datangi dengan berjalan kaki. Tidak ada sekat, tak ada penghalang, seolah tanpa pembatas antara tempat yang satu dengan tempat lainnya. Semuanya nyambung. Semuanya saling terhubung. Semua connect. 
Area berjalan kaki di sisi sungai Melaka terasa nyaman dan begitu menyenangkan. Ada juga yang terbuat dari kayu seperti jembatan dan terletak di pinggir Sungai Melaka. Acara jogging pun jadi menyenangkan.
Trek Berjalan Kaki

Baliho Yang Membakar Semangat

Berpose di Tepi Sungai Melaka

Saya terus berjalan kaki, terus dan terus. Berjalan kaki sangat berguna buat kesehatan tubuh. Dengan berjalan kaki bisa membakar kalori dan membakar lemak. Tapi harus diimbangi juga dengan makan makanan sehat yang kaya akan nutrisi. Akhirnya saya pun tiba di Pelabuhan Ferry. Ternyata memang dekat seperti saya lihat dari Menara Taming Sari. Trek jalan kaki yang saya lalui pun terasa nyaman. Pemandangan di sekitar sungai juga sangat indah. Yang paling saya sukai adalah Sungai Melaka sangat bersih dan terawat. Saya jadi iri dengan keadaan ini, dengan apa yang saya lihat. Apaka ada hal semacam ini di Negeri saya sendiri. Semoga kita semua sadar akan kebersihan alam dan lingkungan kita.

Usai sarapan pagi, kami berkunjung ke Muzium Kastam (Museum Bea dan Cukai). Lokasinya bersebelahan dengan hotel tempat kami menginap. Jadi kami cukup jalan kaki saja. Untuk masuk ke museum ini pengunjung tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis. Di pintu masuk museum ada tulisan "Masuk adalah percuma/Free Entry"

  Muzium Kastam
Bangunan Muzium Kastam

Pintu Masuk Muzium Kastam

Selamat Datang di Muzium Kastam

Sejarah Muzium Kastam



 Seragam Pegawai Kastam


 Barang Rampasan berupa minuman beralkohol

 Motor Kuno

 Barang Rampasan berupa Pornografi

Koleksi Cindera Mata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By