Breaking News

Selasa, 23 Juni 2015

BERBUKALAH DENGAN YANG SEHAT

Anda pasti tahu kalimat yang berbunyi "Berbukalah dengan yang manis". Kalimat ini sudah tak asing lagi di kalangan umat muslim khususnya pada bulan Ramadhan. Sebetulnya kalimat tersebut merupakan hadis Nabi Muhammad SAW. Beliau menyunnahkan kita untuk mengawali berbuka puasa dengan makanan yang manis.

Dalam bahasa Indonesia kata "manis" mempunyai 2 makna yang berbeda. Yang pertama adalah yang terkait dengan rasa yaitu rasa manis seperti rasa gula. Sedangkan makna yang lainnya adalah yang berkaitan dengan bentuk atau rupa yang terkait dengan indera penglihatan, yaitu elok, menarik, indah dan menyenangkan. Serta masih banyak lagi arti kata manis bila ditinjau dari indera penglihatan.

Kembali ke kalimat di atas, "Berbukalah dengan yang manis" bisa mempunyai 2 arti kata yang berbeda. Sebenarnya untuk berbuka puasa tentunya berkaitan dengan makanan atau minuman. Jadi yang dimaksud dengan kata manis adalah makanan atau minuman yang manis untuk berbuka puasa.

Namun akhir-akhir ini ada semacam joke atau plesetan yang beredar melalui media sosial khususnya pada bulan puasa. Entah siapa yang membuat, memulai dan menyebarkan kalimat tersebut. Kalimat  itu berbunyi :


Kata manis di sini tentunya bukan bermakna makanan atau minuman yang manis tetapi sifat manusia. Orang yang berparas manis atau orang yang mempunyai kepribadian yang manis. 

Sebetulnya selain dua makna di atas. Kata "manis" juga mempunyai makna lain yaitu makna yang lebih luas. Kata "manis' bisa berarti menyenangkan atau membahagiakan. Misalnya : Kenangan manis, Kehidupan yang manis, Kisah manis, dan sebagainya.

Kita kembali ke kalimat di atas. Sebetulnya yang dimaksud dengan "Berbukalah dengan yang manis" tidak serta merta bahwa kita harus berbuka puasa dengan jenis makanan atau minuman yang manis-manis. Itulah yang disalah artikan selama ini. 

Dari penafsiran yang keliru itulah, sehingga tak heran banyak orang-orang menyajikan makanan atau minuman serba manis untuk menu berbuka puasa. Misalnya kolak, aneka macam bubur, es cendol, es campur dan banyak lagi jenis minuman manis lainnya. 

Padahal kalau kita tinjau dari segi kesehatan, tidak semua makanan atau minuman yang manis itu menyehatkan. Karena pada jaman nabi Muhammad, yang dimaksud dengan makanan yang manis itu adalah buah kurma yang mempunyai rasa manis alami. Pada jaman beliau belum ada makanan yang bernama kolak dan minuman sirup beraneka macam rasa. Selain kurma, pilihlah buah-buahan yang manis dan mengandung kadar air yang banyak seperti semangka dan melon.

Nah, jadi yang dimaksud dengan makanan atau minuman manis adalah makanan atau minuman yang memiliki rasa manis secara alami. Dalam hal ini adalah buah-buahan. Rasa manis inilah yang baik untuk kesehatan tubuh kita.

Dari uraian di atas, sudah selayaknya kita mengubah pola pikir kita, yaitu :

"BERBUKALAH DENGAN YANG MANIS"

menjadi

"BERBUKALAH DENGAN YANG SEHAT''

Mulai sekarang, mari kita biasakan berbuka puasa dengan yang manis tapi menyehatkan. Tak perlu manis yang penting sehat. Sesungguhnya hidup ini akan terasa manis bila kita selalu sehat.  

Semoga kita tetap sehat dalam berpuasa.

Dumai, 23 Juni 2015.
Penulis : Guntur Sumitro 

1 komentar:

  1. Nambahin nih, "Berbukalah dengan yang Halal " dan "Berbukalah dengan yang bisa di cerna", hehehe XD

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By