Breaking News

Senin, 08 September 2014

MASJID JAMIK PONTIANAK

Kata orang-orang Pontianak, "Belum ke Pontianak kalau belum ke Mesjid Jamik". Loh, kenapa begitu? Karena Masjid ini merupakan bangunan yang pertama kali dibangun  yang menjadi cikal bakal Kota Pontianak. 

Sebetulnya sudah lama juga saya berada di Pontianak, tapi belum sempat melihat dari dekat Mesjid Jamik. Akhirnya pada hari Minggu, 7 September sengaja saya berkunjung ke dua obyek sekaligus, yaitu Mesjid Jamik dan Istana Kadriah.

Untuk mencapai kedua tempat ini kita tidak perlu naik kendaraan darat melalui Jembatan Kapuas. Selain waktu tempuh yang cukup lama, jalan menuju ke tempat ini agak sempit. Memang kedua tempat ini bisa dikunjungi dengan kendaraan roda dua atau roda empat, namun bila kita datang pada pagi hari kita harus melewati pasar yang ramai sehingga agak menyulitkan untuk melewatinya.

Kita bisa memarkirkan mobil di dekat Pelabuhan Seng Hie ataupun dekat Gereja Gembala Baik. Tersedia tempat parkir yang luas dan aman. Kemudian kita menyebrang sungai dengan menggunakan perahu motor yang biasa disebut "Speed". Ada perahu motor angkutan penumpang untuk menyebrang sungai yang sistemnya seperti angkot. Perahu motor akan menunggu penumpang banyak baru kemudian berangkat.

   
Bila ingin cepat kita bisa juga mencarter 'Speed' bisa minta tunggu atau minta dijemput dengan menelpon pengemudi. Pengemudi akan memberikan nomor telponnya dan meminta kita untuk menghubunginya apabila kita telah siap dijemput. 


"Tolong catat nomor saya, Pak. 085387288286. " kata Sang pengemudi Speed.

"Oke, Pak. Saya catat. Siapa namanya, Pak?"

"Mahmud. Coba miskol saya, Pak."

"Nah, tuh sudah masuk. Oke nanti saya telpon."

Mesjid Jamik


Akhirnya sampai saya di Mesjid Jamik. Dengan demikian berarti saya sudah ke Pontianak karena saya sudah singgah di mesjid ini.


Menurut referensi, Mesjid ini dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Selasa bulan Muharam tahun 1237 H atau pada tahun 1771 Masehi. Bangunan ini berdiri di lahan seluas 6.755 m2 dengan luas bangunan mesjid 922,91 m2 (panjang 33,27 m x lebar 27,74 m).

Ciri khas pada mesjid ini adalah atap bangunan yang terdiri dari tiga tingkat. Atap mesjid terbuat dari sirap.

Pada atap yang kedua, di setiap sudutnya terdapat miniatur kubah. Atap yang paling atas berbentuk kubah. Bentuk atap kubah ini memiliki kesesuaian dengan bagian atas Istana kadriah.

Makna filosofis dari atap mesjid ini adalah melambangkan tentang pencapaian manusia dalam upaya pendekatan dengan Penciptanya.

Mesjid ini terletak di sebelah timur Sungai Kapuas Besar, di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur.


Itulah kisah jalan-jalan saya kali ini. Saya sudah ke Pontianak, bagaimana dengan Anda?


Pontianak, 9 September 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro

1 komentar:

  1. Mantap nih tulisannya, biasa pengguna jasa rental mobil Pontianak saya juga minta diantarkan ke masjid tua di kota Pontianak ini. :-)

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By