Breaking News

Minggu, 14 September 2014

KISAH DI BALIK RESEP DONAT KENTANG

Bando (Bakwan Donat) 

Sudah lama sekali aku nggak makan donat kentang buatan kakakku. Dulu waktu kami masih tinggal di rumah orangtua kami, kakakku suka bikin donat kentang. Bila ada tamu atau ada teman-teman kuliahku datang ke rumah, kakakku selalu membuat donat kentang untuk disuguhkan. 

Kakakku mendapat resep donat kentang dari saudara ayah. Dulu ketika masih duduk di bangku SMA, kakakku suka pergi ke rumah saudara ayah untuk mengisi hari libur. Saudara ayah yang tinggal di daerah Klender, Jakarta Timur itu memang suka membuat berbagai macam kue. Salah satunya adalah Donat Kentang. 

Saat itu untuk mendapat resep kue atau makanan tidak semudah seperti sekarang ini. Dengan kemajuan teknologi, sekarang orang bisa dengan mudah untuk menemukan resep makanan melalui internet. Tinggal tanya sama 'Mbah Google' semua jenis resep makanan apapun langsung tersaji.   

Dari pengalaman liburan ke tempat saudara itulah kakakku kemudian mempraktekkan ilmunya di rumah. Setiap ada resep baru, kakakku selalu mencobanya di rumah. Aku sih senang-senang saja, karena dengan begitu aku selalu bisa mencicipi makanan buatan kakakku.

Dari ketrampilannya itu, kakakkku juga menerima pesanan kue termasuk donat kentang. Biasanya Bu RT selalu memesan donat kentang untuk acara arisan atau acara pengajian di rumahnya. Kata orang, donat kentang buatan kakakku rasanya enak.

Setelah aku bertugas di Samarinda, aku sudah jarang sekali menikmati donat kentang buatannya. Namun ketika aku pulang ke rumah ibuku, kakakku selalu membuatkan donat kentang untukku. Bahkan ketika aku kembali ke Samarinda, kakakku membawakan donat kentang sebagai oleh-oleh untuk teman-teman kantorku di Samarinda.

Ah rasanya sudah lama sekali. Saat ini pun aku rindu donat kentang buatan kakakku. Sekarang aku bertugas di Pontinak, sehingga sangat jarang untuk bisa menikmati lagi donat kentang buatan kakakku. Kalau sudah rindu begitu, biasanya saya beli donat kentang yang dijual dipinggir jalan atau dijajakan keliling dengan gerobak.

Ketika kami berkumpul pada hari lebaran, aku menanyakan resep donat kentang kepada kakakku. Maklum, aku tidak pernah membantu kakakku membuat donat kentang. Aku bisanya hanya membantu makan saja atau menghabiskannya. Jadi aku nggak tahu, bagaimana cara membuat donat kentang. Kakakku memberi resep donat kentang dan menjelaskan cara membuatnya. 

Beberapa bulan kemudian, aku mencoba membuat donat kentang untuk pertama kalinya. Hasilnya tidak mengecewakan tapi juga tidak menggembirakan. Artinya bisa dibilang gagal tapi masih tetap bisa dimakan. Aku membuat donatnya pada malam hari. Adonan aku buat setipis mungkin. Karena aku pikir adonan pasti akan mengembang setelah aku tinggal tidur. Besok pagi pasti adonan sudah mekar dan tinggal digoreng. Ternyata donat kentangku sangat tipis. Lebih cocok dinamakan Keripik Donat, bila digigit terasa garing seperti keripik, krispi dan renyah.

Hari Minggu pagi, donat hasil percobaanku aku bawa ke kantor. Teman-temanku bilang enak. Alhamdulilaah, artinya hasilnya tidak mengecewakan. 

Temanku bilang, "Kok kaya ada rasa kacang kedelenya ya, Pak?" 

Aku bingung, masa ada donat rasa kacang kedele. Aku ingat-ingat lagi. Padahal aku nggak menambahkan kacang kedele pada adonannya. Akhirnya aku ingat. Ternyata, minyak gorengnya habis digunakan untuk menggoreng tempe. Jadi rasa donatnya seperti ada rasa tempenya. Aku tertawa dan memberitahu temanku tentang rasa tempe pada donatnya.   

Di kantor aku cari informasi lewat Mbah Google tentang proses membuat donat kentang. Aku cari tahu penyebab gagalnya donat buatanku. Aku pelajari lagi dengan mencari berbagai referensi.

Malam harinya, aku coba buat lagi donat kentang untuk yang kedua kalinya. Resepnya aku catat dari internet. Resepnya aku sesuaikan dengan menu yang aku catat. Ternyata adonannya banyak sekali. Berhubung sudah malam, aku langsung membuat donatnya besar-besar supaya adaonannya cepat habis. Dan langsung aku goreng malam itu, tidak menunggu besok pagi. Setelah digoreng, maka terciptalah donat dengan ukuran yang besar-besar. Aku coba makan satu. Rasanya enak, lembut dan tidak mengecewakan. Tetapi ukurannya tidak wajar, sangat besar. Aku makan satu saja sudah kenyang.

Besok paginya saya bawa hasil percobaan donat kentangku ke kantor. Ternyata banyak teman-teman yang suka. Mereka bilang rasanya enak. Lebih enak dari pada yang beli di toko kue. Mereka nggak tahu, padahal saya baru dua kali mencoba. Malah ada yang minta resepnya. Aku cari resepnya di internet. Aku cetak dan aku berikan ke teman-teman. 

Besoknya, acara membuat donat kentang pun berlangsung di kantor. Dibuat rekamannya sebagai tutorial buat teman-teman yang mau mencoba membuat donat.

Nah, bila teman-teman ingin belajar membuat donat, silakan disimak videonya.

Cara membuat donat kentang


Pontianak, 15 September 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By