Breaking News

Senin, 07 Juli 2014

POTRET TERINDAH DARI BALI

Sabtu kemarin (05-07-2014), saya jalan-jalan ke A. Yani Mega Mall, Pontianak. Di lobby mall tersebut lagi digelar acara Bazar Buku yang diselenggarakan oleh Toko Buku Gramedia, A. Yani Mega Mall Pontianak. Saya cari-cari buku yang mau saya beli. Kebetulan saya dapat buku ini, Potret Terindah dari Bali. Buku ini pernah direferensikan oleh Andy F. Noya dalam acara Kick Andy. Tokoh dalam buku ini yang bernama Sepi juga tampil dalam acara Kick Andy. Akhirnya saya beli buku ini dan beberapa buku lainnya untuk baca-baca mengisi waktu puasa.

Sebuah novel karya Pande Komang Suryanita ini menceritakan kisah seorang gadis Bali, Ni Wayan Mertayani atau biasa disapa Sepi yang memenangkan lomba fotografi internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Anne Frank di Belanda.

Dalam buku ini diceritakan tentang kemiskinan yang dialami oleh Sepi, Ibu dan adiknya. Mereka bertiga tinggal di sebuah gubuk di tepi pantai. Meskipun hidup dalam kemiskinan, mereka tetap tegar dalam menjalani hari-harinya yang penuh dengan penderitaan. Belum lagi hinaan, ejekan serta fitnah yang ditujukan kepada mereka. Mereka tetap semangat dalam mengarungi hidup.

Sang Ibu selalu menanamkan nilai-nilai yang baik kepada kedua putrinya. Sang Ibu selalu menasehatkan anaknya agar selalu sabar dalam menerima perlakuan yang tidak baik dari teman-temannya. Sang Ibu juga menasehati anaknya untuk rajin belajar. Sang Ibu mempunyai harapan demi masa depan kedua putrinya.

Meskipun miskin, Sepi tidak merasa canggung atau minder dalam bergaul dengan turis-turis yang membeli dagangannya. Dari salah seorang turis yang sudah akrab dan menjadi sahabatnya, Sepi bisa meminjam dan membaca buku-buku koleksi sahabatnya itu. Dari sebuah buku, Sepi mengenal tokoh Anne Frank. Sepi pun ditawari untuk mengikuti lomba foto dengan kamera pinjaman dari sahabatnya itu. Ternyata Sepi keluar sebagai juara pertama dalam lomba foto itu.

Sepi dan adikknya, Jati berangkat ke Belanda untuk menerima penghargaan secara langsung di museum Anne Frank di Negri Kincir Angin tersebut. Perjalanan Sepi dan adiknya dari Bali ke Belanda diceritakan secara lengkap dalam buku ini. Di sela-sela perjalanannya Sepi mengisahkan kisah hidupnya yang pilu secara flash back. Gaya bahasanya ringan dan mudah dicerna pembaca.

Kisah yang menarik yang harus dibaca bagi anak-anak muda. Kisah ini sangat inspiratif dan motivasi. Buku ini ingin menyampaikan pesan bahwa keterbatasan bukan hambatan seseorang untuk maju. Siapa pun bisa sukses asal ada keinginan dan kerja keras. Jangan putus asa dan patah semangat hanya karena kemiskinan. Kemiskinan itu bukan untuk diratapi tapi harus diperjuangkan dengan cara apapun. Dan yakinlah bahwa Tuhan selalu menyertai hambanya yang gigih berjuang penuh semangat.

Semoga buku ini juga menjadi inspirasi bagi para pembaca dalam berjuang untuk meraih mimpi.

Cover Buku
Sepi bersama fotonya

Pontinak, 7 Juli 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By