Breaking News

Kamis, 12 Juni 2014

WAWANCARA DENGAN Dr. SHIGEO HARUYAMA

Beberapa waktu lalu saya mengikuti diklat persiapan masa purnabhakti atau diklat persiapan pensiun. Salah satu mentornya waktu itu adalah Dr. Dodi Nugraha yang menyampaikan tentang menjaga kesehatan dan pola hidup sehat. Dalam kesempatan tersebut Dr. Dodi menyarankan untuk cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kesehatan. Dr. Dodi juga mereferensikan kepada semua peserta diklat sebuah buku yang ditulis oleh seorang dokter di Jepang yang bernama Dr. Shigeo Haruyama. Bukunya berjudul : "The Miracle of Endorphin.

Karena buku itu tidak ada di Gramedia Pontianak, akhirnya saya beli lewat internet. Mulanya saya menduga bahwa buku itu pasti sangat membosankan. Ternyata saya keliru. Buku itu sangat enak dibaca. Memang ada beberapa istilah kesehatan yang tidak saya mengerti tapi secara keseluruhan isinya sangat mudah saya pahami.

Membaca buku ini seperti saya ngobrol-ngobrol santai dengan Dokter Haruyama secara langsung. Kaya lagi mewawancarai Dokter Haruyama dan kemudian Dokter Haruyama menjelaskan dengan gamblang, dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Berikut ini hasil wawancara saya dengan Dr. Shigeo Haruyama. Ini adalah bukan wawancara yang sebenarnya. Saya seolah-olah sedang memandu sebuah acara talk show kesehatan di sebuah televisi imajiner (dalam khayalan saya). Bintang tamunya adalah Dr. Haruyama. Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan dijawab lewat tulisan beliau dalam buku tersebut.   

Apa yang menjadi topik atau bahasan utama dari buku ini?
Buku ini membahas tentang hormon-hormon yang dilepaskan di otak, yang saya sebut dengan "hormon kebahagiaan." Selain itu, dalam buku ini saya juga membahas topik seperti kesehatan dan umur panjang, kebahagiaan manusia, serta sebab keberadaannya berdasarkan konsep falsafah Timur.

Jadi bisa dibilang buku ini adalah semacam buku kesehatan? Apakah buku ini hanya ditujukan bagi kalangan dokter dan para praktisi kesehatan saja, Dok?
Konsep pemikiran dalam buku ini adalah bagaimana kita beralih dari sistem pengobatan yang hanya berorientasi pada penanganan gejala, menuju "revolusi besar di otak". Bisa dibilang buku ini adalah Buku Kesehatan yang tidak terbatas bagi kalangan tertentu saja tetapi juga untuk semua kalangan pembaca. Saya akan berbahagia jika buku ini dapat diterima masyarakat yang mengalami peningkatan stres dan penuaan dini. Saya berharap semoga pembaca buku ini bisa memperoleh informasi yang bermanfaat untuk memperbaiki kesehatan dan pola hidup.  
  
Tadi Dokter bilang, salah satu bahasan dalam buku ini adalah "hormon kebahagiaan". Bisa Dokter jelaskan, apa sebetulnya yang dimaksud dengan "hormon kebahagiaan"?
Di dalam otak kita, dilepaskan senyawa-senyawa yang mirip dengan morfin. Disamping dapat meningkatkan suasana hati, kerja farmaseutikalnya juga luar biasa, antara lain membantu memperlambat proses penuaan dan memperkuat penyembuhan diri sendiri. Jika hormon kebahagiaan dilepaskan dalam jumlah cukup, dampak positifnya tidak hanya pada otak, tetapi sampai ke seluruh tubuh, dan semua berguna.
Belakangan ini terjadi lompatan besar penelitian dan diakui bahwa hormon kebahagiaan menyimpan potensi khasiat luar biasa.

Kalau nggak salah tadi Dokter menyebutkan bahwa hormon kebahagian itu mirip dengan morfin. Penjelasannya bagaimana, Dok?
Betul sekali. Senyawa-senyawa ini mirip dengan morfin. Saya mengistilahkannya sebagai "morfin otak". Maksudnya adalah hormon yang dihasilkan dalam sel-sel saraf (dan kelenjar) otak, yang membuat kita merasa senang dalam pengertian luas. 

Bisa dibilang "hormon kebahagiaan" adalah hormon yang menguntungkan ya, Dok? Selain hormon ini, apakah juga ada hormon yang merugikan? Misalnya "hormon kesedihan" begitu, Dok?  
Ada. Hormon itu adalah Noradrenalin. Jika kita marah dan merasa sangat tertekan, otak kita mengeluarkan noradrenalin. Hormon ini sangat beracun. Di antara racun alami, hormon ini menempati urutan kedua setelah bisa ular. Tentu saja zat ini sangat sedikit diproduksi otak. Namun, jika kita terus-menerus marah dan tertekan, racun ini akan membuat kita sakit, lebih cepat tua dan lebih cepat meninggal dunia. Tidak berlebihan jika saya katakan noradrenalin berperan dalam setiap penyakit.   

O ... Begitu ya, Dok. Jadi benar ya, ada istilah yang mengatakan "orang yang marah itu cepat tua", ha ha ha .....
Jadi, bagaimana sikap kita, jika kita sangat tidak menyukai satu hal. Bagaimana kita menghadapi segala sesuatu yang terjadi pada kita, Dok? 
Jika kita menghadapi secara positif, otak akan melepaskan zat-zat yang baik bagi tubuh. Walaupun kita senang dan berkecukupan dalam hidup kita, apabila kita marah, mendendam dan sedih, yang dilepaskan adalah zat-zat yang akan merusak tubuh kita.
Jika kita menghadapi segala sesuatu secara positif dan tetap memandang ke depan, kesehatan dan kemudaan kita akan terjaga, hidup kita pun akan terbebas dari penyakit.
Selain itu, jika kita mengalami sesuatu yang menyakitkan dan tak menyenangkan, lalu memberikan reaksi penolakan, noradrenalin yang akan dibebaskan. Namun, jika kita belajar sabar dan mengatasi tahap hidup yang tersulit sekalipun, hormon kebahagiaan yang akan mengalir.

Wah, hebat sekali ya, Dok. Makanya kita harus selalu berpikir positif ya, Dok?
Betul sekali. Jika kita menanggapi sesuatu dengan penolakan atau berpikir negatif, maka di dalam tubuh kita akan muncul zat-zat yang antara lain akan mempercepat proses penuaan dan pertumbuhan sel-sel kanker. Jika kita menanggapi sesuatu secara  positif maka otak kita akan memproduksi hormon kebahagiaan secara berkesinambungan. Dengan berpikir positif dan bersyukur, organ memproduksi zat-zat yang akan membuat tubuh kita tetap muda dan sehat. 

Baik Dok, terimakasih atas kesediaan Dokter untuk hadir dalam acara ini dan sudah membagikan ilmunya kepada kami semua. Sebelum ditutup. Apa pesan yang ingin Dokter sampaikan kepada kita semua.
Tuhan menghadiahi kita hormon kebahagiaan dengan pesan agar manusia menjalani hidup dengan bahagia, sehat dan awet muda, serta panjang umur, terbebas dari penyakit. Hormon kebahagian adalah imbalan Sang Pencipta bagi semua orang yang hidup. 

Demikian wawancara saya dengan Dokter Shigeo Haruyama. Apabila anda punya pertanyaan mengenai "hormon kebahagiaan" dan tentang pola hidup sehat, silakan baca bukunya langsung yaitu The Miracle of Endorphin. Semoga tulisan ini bermanfaat. Terimakasih atas perhatiannya.

Tentang Penulis

Dr. Shigeo Haruyama lahir pada 1940 di Kyoto dan berasal dari keluarga dokter tradisional Jepang. Oleh karena itu, sejak masih kanak-kanak dia sudah berpengalaman dalam akupunktur, moxa dan shiatsu. Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran, Universitas Tokyo, beberapa tahun dia berpraktik di rumah sakit sebagai dokter bedah. Sejak 1987, Haruyama memimpin sebuah klinik sendiri di dekat Tokyo yang menggabungkan rumah jompo dan berbagai fasilitas untuk pengobatan pencegahan dan pemeliharaan kesehatan. Di sana, dia mempraktekkan sebuah sintesis antara kedokteran Barat dan pengobatan Timur. Aneka aktivitas terapi dan publikasinya mendapat sorotan besar dari media di Jepang.

Perhatian dari khalayak luas diperoleh Haruyama melalui penerbitan buku ini, Nonai kakumei2, yang terjual lebih dari 4 juta eksemplar dan menjadi buku non-fiksi terlaris nomor 1 di jepang pada 1990-an. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Cina, Korea, dan Jerman segera setelah publikasinya menorehkan kesuksesan besar.

Pontianak, 12 Juni 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By