Breaking News

Selasa, 24 Juni 2014

VIHARA BODHISATVA KARANIYA METTA

Baiklah teman-teman kali ini akan saya lanjutkan cerita perjalanan setelah saya singgah di Gereja Gembala baik, Pontianak.

Perjalanan saya lanjutkan dengan melewati jalan Sultan Muhammad melewati toko-toko yang nampak sibuk, karena masih pagi. Kemacetan terlihat di sana-sini. Banyak truk, kendaraan bak terbuka yang bongkar muat barang dagangan. Berbagai macam barang dagangan banyak dijual di tempat ini. Mulai dari peralatan pelayaran, spare part dan onderdil kendaraan, sembako, kebutuhan sehari-hari, sampai mainan anak-anak juga banyak di jual di sini. Akhirnya saya menemukan pangkal dari jalan Sultan Muhammad. Tepatnya simpangan dengan jalan Gusti Ngurah Rai dekat dengan komplek pertokoan Kapuas Indah. Dari kejauhan kita sudah bisa melihat sebuah bangunan yang sangat mencolok di antara bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Bangunan tersebut di dominasi warna dinding merah dengan kombinasi warna kuning dan atapnya yang berwarna hijau.

Bangunan ini masih terletak di sekitar pasar. Letaknya menghadap Sungai Kapuas yang lebar. Di depan bangunan ini ada semacam pelabuhan yang sedang menurunkan para penumpang dan juga bongkar muat barang. Terlihat dua orang awak kapal yang tengah asyik mandi di atas kapal yang sedang parkir di tepi Sungai Kapuas.

Ini dia hasil jepretan saya di Vihara Bodhisatva Karaniya Metta.

Foto diambil dari pelabuhan

Vihara diambil dari halaman 

Nama Vihara tertulis di dinding

Pintu Masuk

Tempat Sembahyang di halaman

Tempat Pembakaran
Dari buku yang saya baca, di atas pintu masuk vihara terdapat keterangan yang menunjukkan tahu 1829 M sebagai periode vihara ini. Vihara ini telah beberapa kali direnovasi. Pada tahun 1906 vihara ini direnovasi menjadi 3 bagian, yaitu Dewi Samudra, Tua Pek Kong dan Na Ta Cie Ce. Itulah sebabnya vihara ini juga disebut sebagai Klenteng Tiga.

Untuk menjaga, merawat dan menjalankan kegiatan di vihara ini, pada tahun 1983 dibentuk Yayasan Bodhisatva Karaniya Metta.

Itulah lanjutan cerita perjalanan saya dan cerita tentang salah satu dari sekian banyak vihara atau klenteng yang banyak tersebar di kota Pontianak ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan sampai jumpa pada tulisan jalan-jalan berikutnya.

Pontianak, 24 Juni 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro
Referensi : Buku Pontianak Heritage, penulis Ahmad Asma DZ.
Fotografer : Guntur Sumitro
Kamera : Samsung Galaxy S4 Zoom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By