Breaking News

Kamis, 05 Juni 2014

MESIN AIR TENAGA UAP

Sabtu kemarin (31-05-2014), saya berjalan kaki rutin di sekitar tempat tinggal saya. Kegiatan ini saya lakukan untuk berolahraga. Waktu pagi hari udara Kota Pontianak masih terasa segar.

Setelah saya berjalan cukup jauh, saya pun melewati jalan Pangeran Natakusuma. Saya berhenti tepat di depan Kantor Camat Pontianak Kota. Di halaman kantor tersebut berdiri sebuah bangunan rumah kecil yang di dalamnya terdapat sebuah benda yang mirip seperti lokomotif kereta. Benda itu menarik perhatian saya untuk melihat dari dekat. Saya pun memasuki area halaman Kantor Camat Pontianak Kota yang pagi itu sangat sepi. Benda itu bukanlah lokomotif seperti yang saya kira sebelumnya. Ternyata benda itu adalah Mesin Air Tenaga Uap. Saya membaca tulisan yang menjelaskan tentang sejarah benda tersebut. 

Berikut ini adalah tulisan tentang benda tersebut. 

Mesin Air Tenaga Uap
Latar Belakang Sejarah

Benda Cagar Budaya Mesin Air Tenaga Uap merupakan peninggalan Belanda pada tahun 1940 yang dibawa oleh seorang kebangsaan Belanda bernama Mr. Jhon.

Dulunya di samping Sumur Boor ada sebuah bangunan untuk menjaga Mesin Air Tenaga Uap dan sekarang bangunan tersebut dijadikan Puskesmas Pembantu.

Sumur tersebut dijaga oleh seorang yang bernama Pak Dapung yang tinggal di sekitar Sumur Boor. Tugas Pak Dapung sehari-hari adalah menjaga, membersihkan dan menghidupkan Mesin Air Tenaga Uap. Apabila masyarakat sekitar Pontianak memerlukan air pada waktu musim kemarau.

Selain Pak Dapung, ada juga petugas untuk membersihkan sumur tersebut yang bernama Pak Udin. Sehari-hari tugas Pak Udin adalah membersihkan dan merawat sumur itu supaya tetap bersih.

Pada jaman dahulu mesin ini digunakan untuk memutar baling-baling atau mesin pengantar air yang terletak di tengah sumur untuk menuju ke bak penampungan yang berada di atas. 

Dulunya di sekitar mesin tersebut ada tiga sumur yang memanjang dan melintang di tengah sumur tersebut untuk menampung air hujan, dan apabila kemarau, baru disedot ke bak penampungan di atas. 

Dulu sumur tersebut berada di lokasi yang sekarang dibangun SMP Negeri 9 Pontianak dan halaman Kantor Camat Pontianak Kota. Sekarang hanya tertinggal satu sumur yang dapat dilihat dan sebagai bukti peninggalan sejarah Sumur Boor.

Ukuran bak penampung yang di atas kurang lebih 4 x 8 meter. Mesin ini digunakan untuk mendistribusikan air ke warga sekitar dan penduduk sekitar Kota Pontianak pada saat musim kemarau panjang. Untuk mendistribusikan ke sekitar Kota Pontianak menggunakan mobil tanki air.

Dahulunya cara menghidupkan mesin ini menggunakan bahan bakar batu bara. Pada tahun 1970, Mesin Air Tenaga Uap ini sudah tidak berfungsi lagi. Pada tahun 2005 Mesin Air Tenaga Uap dipindahkan dari tempat lama ke tempat yang sekarang.

Dan pada tahun 2009 Mesin Air Tenaga Uap ditata rapi dan dibuat pendopo. Dan sampailah sekarang Mesin Air Tenaga Uap dijadikan Benda Cagar Budaya yang perlu kita jaga dan kita lestarikan.

Benda Cagar Budaya tersebut terletak di halaman Kantor Camat Pontianak Kota di Jalan Pangeran Natakusuma (Sumur Boor).

Mesin Air Tenaga Uap

Kantor Camat Pontianak Kota

Pendopo Mesin Uap

Lokasi Sumur di depan Puskesmas

SMP Negeri 9 Pontianak

Kantor Camat Pontianak Kota

Gg. Sumur Boor di samping Kantor Camat Pontianak Kota

Pontianak, 2 Juni 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By