Breaking News

Senin, 23 Juni 2014

GEREJA GEMBALA BAIK

Pagi ini (21-06-2014) saya berjalan kaki menyusuri kota Pontianak. Rute yang saya tempuh adalah Gg. Kurnia lalu menyeberang Jalan Ali Anyang, masuk ke Gg. Rahayu kemudian berbelok ke kiri masuk ke Gg. Tri Jaya, menyebrangi Jl. Putri Candra Midi, Masuk ke Gg. Nur Cahaya, kemudian menyusuri Jalan Putri Dara Nante, terus berjalan melewati Gg. Margo Sari, setelah itu menyebrangi Jalan Ahmad Dahlan masuk ke Jalan Beringin, namun saya nggak sampai ujung tetapi lewat gang kecil keluar ke Jalan Teuku Umar terus melewati Jalan Diponegoro dan akhirnya sampai ke Pasar Parit Besar. 

Saya masuk ke dalam Pasar Parit Besar, blusukan seperti Pak Jokowi, namun saya nggak melakukan operasi pasar. Saya terus jalan di dalam pasar ini sampai akhirnya saya tiba di Jalan Sultan Muhammad. 

Jalan Sultan Muhammad terletak di tepi Sungai Kapuas. Pandangan saya terhalang oleh beberapa toko-toko yang berada di pinggir Sungai Kapuas, sehingga Sungai Kapuas tak nampak jelas. Apabila ingin melihat Sungai Kapuas dari dekat saya harus masuk lewat gang kecil di antara beberapa toko-toko tersebut. Ada terdapat beberapa pangkalan taksi air yang sedang menunggu penumpang untuk menyebrangi Sungai Kapuas. Dari tempat ini saya bisa melihat cabang sungai Kapuas yang bernama Sungai Landak.

Dari tempat ini juga saya bisa melihat dengan jelas Masjid Jami di seberang sana. Tak berapa lama kemudian saya melihat Kapal Bahari Express tujuan Ketapang sedang berangkat melalui Sungai Kapuas untuk menuju muara dan akhirnya ke luar menuju laut Cina Selatan.

Perjalanan saya lanjutkan sampai saya menemukan simpangan antara Jalan Sultan Muhammad dengan Jalan Pangsuma. Saya pun tiba di Gereja Gembala Baik yang terletak di Jalan Sultan Muhammad No. 222 Kota Pontianak. Kemudian saya duduk di sebuah pos penjagaan di sebelah pintu masuk gereja ini. Sambil beristirahat saya mengeluarkan bekal yang saya bawa dari rumah yaitu air minum dan sukun rebus. Rasa lelah terobati oleh nikmatnya sukun rebus dan segarnya air putih. 

Beberapa anak sekolah berseragam pramuka terlihat hilir mudik di halaman bangunan ini. Dari hasil obrolan saya dengan orangtua murid yang sedang menunggu anaknya, tempat ini juga berfungsi sebagai Sekolah Dasar.
   
Setelah cukup istirahat, saya mengambil gambar dengan menggunakan kamera Samsung Galaxy S4 Zoom. Berikut ini adalah beberapa gambar yang saya ambil.

  









Menurut buku yang saya baca, bangunan ini dulunya adalah kediaman dari Than Seng Hie. Pada tahun 1930, Than Seng Hie menjual tanah dan bangunan ini kepada Keuskupan. Bangunan ini kemudian direnovasi sekitar tahun 1981. Pada tanggal 28 Juni 1981 dilaksanakan upacara Pemberkatan/peresmian gereja ini oleh Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Herculanus Bumbun, O. F. M. Cap.    

Setelah selesai mengambil gambar di tempat ini, perjalanan saya lanjutkan dengan menyusuri Jalan Sultan Muhammad menuju Vihara Bhodisatva Karaniya Metta.

Untuk liputan dan beberapa hasil jepretan saya di vihara ini akan saya sajikan pada tulisan selanjutnya.

Sumber referensi :
Buku Pontianak Heritage dan beberapa yang berciri khas.
Penulis : Ahmad Asma DZ.

Pontianak, 23 Juni 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro
Foto-foto oleh : Guntur Sumitro
Kamera : Samsung Galaxy S4 Zoom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By