Breaking News

Jumat, 02 Mei 2014

DIKLAT PERSIAPAN PURNABHAKTI



Pada tanggal 21 April sampai dengan 25 April 2014 saya mengikuti Diklat Persiapan Purnabhakti. Diklat ini diikuti oleh beberapa pegawai yang akan memasuki masa pensiun. Diklat ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pegawai yang akan memasuki masa purnabhakti. Diharapkan para peserta siap mental dan tetap berkarya pada masa purnabhakti.

Dalam diklat ini saya terdaftar sebagai peserta termuda diantara para peserta lainnya. Salah satu persyaratan untuk mengikuti diklat ini adalah berusia minimal 45 tahun. Saya baru saja berulang tahun yang ke 44 pada tanggal 3 April 2014 yang lalu. Itu artinya pada saat mengikuti diklat usia saya sudah memasuki awal 45 tahun, karena usia 44 tahunnya kan sudah lewat. Maka saya mengajukan untuk ikut diklat tersebut, ternyata saya diijinkan Bos dan dapat panggilan dari BDK. 

Diklat ini dilaksanakan di Hotel Kapuas Palace, Pontianak. Para peserta diklat disediakan kamar, tapi saya tidak menginap di hotel. Saya pulang ke rumah tiap hari. 

Diklat ini dilaksanakan selama lima hari. Mulai Senin sampai Jum'at. Adapun jadwal kegiatan selama mengikuti diklat yaitu :  

Hari Pertama
Pada hari pertama, kegiatan diklat dilaksanakan di ruangan. Materi yang disampaikan adalah Membangun Jiwa Enterpreneurship dan Perencanaan Usaha oleh Bapak Iwan Hartawan. Pak Iwan menyampaikan beberapa jenis usaha yang bisa dikerjakan oleh para pensiunan. Adapun jenis usaha yang bisa dilakukan harus disesuaikan dengan minat kita. Intinya adalah mencari kegiatan di masa pensiun nanti namun juga bisa memperoleh penghasilan. Pokoknya dalam kegiatan ini kita diajarkan merintis usaha atau berbisnis.

Pada siang harinya diisi oleh Tim dari BRI Syariah Pontianak yang menjelaskan tentang produk jasa keuangan.

Hari Kedua 
dr. Dodi Nugraha menyampaikan materi mengenai Manajemen Hidup Sehat. Dokter Dodi bilang bahwa pola hidup sehat itu harus dimulai dari sekarang. Artinya bila memasuki masa pensiun kita tidak sakit-sakitan. Pada saat pensiun kita bisa tetap sehat. Diantaranya adalah dengan menjaga pola makan dan berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugaran tubuh. Dokter Dodi juga menjelaskan bahwa rata-rata air yang keluar dari tubuh kita per hari kurang lebih 2 liter. Sedangkan kebutuhan air ternyata ada rumusnya, yaitu : 0,6 Liter x 1/10 Berat Badan. Jadi jumlah air yang dibutuhkan setiap orang ternyata berbeda-beda. Silakan saja hitung kebutuhanmu sendiri dengan memakai rumus tersebut.

Setelah jam istirahat, kegiatan pada hari kedua diisi oleh Ibu Sayekti Pribadiningtyas, seorang Psikolog. Materi yang disampaikan adalah Kesiapan Mental Memasuki Masa Pensiun. Beliau memberikan contoh-contoh orang yang memasuki masa pensiun. Awalnya memang asyik menikmati kebebasan, bisa bangun siang, tidur sesukanya, bebas pergi kemana-mana. Kebebasan saat masa pensiun hanya bisa dinikmati selama satu bulan saja. Setelah itu kita akan merasakan galau, stress, kesepian, turunnya harga diri, merasa tidak berguna. Kemudian mulai timbul gangguan kesehatan, cepat lelah dan munculnya beberapa penyakit.

Kita perlu mewaspadai gejala Post Power Sindrome. Gejala-gejalanya adalah merasa masih sebagai pejabat. Membesar-besarkan cerita tentang dirinya. Suka marah dan mengkritik. Terjadinya perilaku yang bertentangan, misalnya mau mandi tapi masuk ke dapur. Terlihat cepat tua, tidak semangat, loyo dan lain-lain. Bu Yekti yang kocak menyampaikan materi dengan gaya yang asyik sehingga jam-jam ngantuk jadi nggak terasa. Para peserta diklat merasa sangat terhibur dan diingatkan untuk bersiap-siap bila saatnya masa pensiun tiba.

Hari Ketiga
Kami melakukan kunjungan ke Usaha Kue Bingke Al Fajar yang terletak di Jalan Imam Bonjol. Kami berbincang langsung dengan Bu Ida, pemilik Al Fajar. Kami juga disuguhkan berbagai macam kue Bingke yang masih hangat. Kami juga melihat secara langsung proses pembuatan kue bingke. Setelah selesai, para peserta diberikan kue bingke sebagai oleh-oleh. Kami juga boleh memilih rasa mana yang kami suka untuk dibawa pulang. Saya memilih Kue Bingke Asin yang berisi potongan daging kecil-kecil seperti martabak telur. 

Berfoto di depan hotel sebelum berangkat ke Al Fajar

Ibu Ida pemilik Bingke Al Fajar

Aneka kue yang disuguhkan

Ini jatah saya

Proses Pembuatan Kue Bingke

Dari Al Fajar kami menuju ke Siantan, tepatnya ke Aloe Vera Center. Kami mendapat penjelasan mengenai cara menanam tanaman Lidah Buaya (Aloe Vera). Khasiat dan manfaat Lidah Buaya dan juga beberapa produk hasil pengolahan Lidah Buaya. Dari Aloe Vera Center kami berkunjung ke tempat pengolahan Lidah Buaya. Kami melihat secara langsung proses pembuatan makanan dan minuman dari Lidah Buaya.

Hari Keempat
Kami berkunjung ke Kelurahan Banjar Serasan untuk melihat usaha budi daya ikan lele menggunakan kolam terpal. Ibu Rita menjelaskan bagaimana cara beternak lele dengan kolam terpal dan seluk beluk mengenai pembudidayaan ikan lele. Kami melihat secara langsung beberapa kolam yang berisi ikan lele dengan besar yang bervariasi. Setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan membuat Nugget dengan bahan Ikan Lele. Para peserta diklat sangat antusias dalam mengikuti pembuatan nugget ini. Hasilnya kemudian digoreng dan dimakan oleh para peserta diklat.

Foto dulu sebelum berangkat

Nugget Lele setelah digoreng siap dimakan

Setelah istirahat dan makan siang, kami berkunjung ke Fresco Laundry yaitu usaha jasa laundry kiloan yang terletak di Jalan Sultan Abdurrahman, tepat di sebelah BDK Pontianak. Pengelola Jasa Laundry ini adalah Bapak Ismail Saleh, beliau adalah seorang pensiunan dari PDAM Kota Pontianak. Usahanya boleh dibilang sukses. Saat ini sudah mempunyai 15 cabang di kota Pontianak. Selain itu beliau juga memiliki kos-kosan sebanyak 13 kamar yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Pak Ismail Saleh merupakan contoh seorang pensiunan yang sukses. Saat ini beliau dibantu anaknya dalam mengelola usaha jasa laundry.            

Bapak Ismail Saleh, pemilik Fresco Laundry

Hari Kelima
Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan diklat. Kegiatan pada hari ini adalah penyampaian motivasi oleh Bapak Abdurahman Yuri atau biasa disapa dengan Aa' Deda. Aa' Deda ini merupakan adik kandung dari Aa' Gym. Materi yang disampaikan Aa' Deda adalah Menyikapi Pensiun Dengan Bening Hati. Pada akhir kegiatan para peserta diklat berfoto bersama dengan Aa' Deda.

Para Peserta Diklat berfoto bersama Aa' Deda 

Berfoto bersama Aa' Deda di akhir acara

Saya bersama Aa' Deda

Demikianlah catatan saya dalam mengikuti kegiatan Diklat Persiapan Purnabhakti semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. 

Pontianak, 3 Mei 2014.
ditulis oleh : Guntur Sumitro  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By