Breaking News

Minggu, 06 April 2014

LIFE BEGIN AT FOURTY

Life begin at fourty means begin to check up your health, begin to control what you eat, etc ...

Kalimat yang disampaikan teman saya itu bermakna bahwa kehidupan dimulai pada saat kita berusia 40 tahun. Artinya harus mulai untuk memeriksakan kesehatan, mulai mengontrol makanan yang kita makan dan lain sebagainya.

Sebetulnya istilah di atas adalah istilah orang-orang bule sana. Teman saya yang lain berkomentar bahwa mungkin maksudnya adalah pada usia 40 tahun, penglihatan sudah mulai berkurang alias mulai pakai kaca mata plus untuk membaca dari jarak dekat. Di usia 40 biasanya kita juga mulai meninggalkan dunia hitam, artinya rambut sudah mulai ubanan. Kita juga harus mulai memilah-milah makanan. Harus mulai mengurangi makanan yang berlemak, makanan yang manis-manis, mulai megurangi goreng-gorengan dan mulai banyak minum air putih.

Pada usia 40an, kita masih boleh berolah raga tetapi harus mulai disesuaikan dengan kondisi fisik dan kesehatan. Terkadang orang merasa muda, masih berjiwa muda sehingga semangatnya masih bergelora, padahal kondisi fisiknya sudah mulai tua. Orang-orang seperti inilah yang sering lupa diri dengan berolah raga selayaknya anak muda seperti bermain bola atau futsal. Kegiatan olah raga saat usia 40an bukan lagi ditujukan untuk meraih prestasi atau menguji kebolehan, tetapi sebaiknya berolah raga dengan tujuan agar tetap gerak atau sekadar mencari keringat. Kegiatan olah raga hanya untuk membakar lemak agar tidak menumpuk di tubuh.

Pada usia 40an, mulai gampang capek. Meskipun usia ini masih terbilang usia produktif, namun kondisi tubuh tak lagi sama seperti usia 20an atau 30an. Sedikit gerak saja badan sudah mulai terasa capek dan pegal-pegal di pinggang, punggung, lengan, leher dan sebagainya. Jadi harus banyak-banyak beristirahat.

Pada usia 40an, mulai berkurangnya daya ingat. Walau tidak bisa dikatakan pikun, tetapi disadari atau tidak, gejala-gejala pikun sudah mulai dirasakan. Sebaiknya kita selalu melatih daya ingat dengan melakukan latihan ringan misalnya mengingat hal-hal yang kita lakukan seminggu yang lalu. Kita tidak bisa sepenuhnya mengandalkan daya ingat tetapi untuk melatih daya ingat seperti mengingat peristiwa yang telah lampau. Caranya adalah dengan membuat tulisan atau sekedar catatan kecil. Tak perlu rutin, tapi setidaknya moment-moment atau peristiwa penting saja, sehingga kita bisa ingat setiap peristiwa secara detil. Karena menulis adalah salah satu cara kita untuk melatih daya ingat.

Pada usia 40an, mulai menikmati kehidupan yang mapan. Kehidupan sudah mulai berjalan normal, istilahnya tinggal menikmati hidup. Mengapa demikian? Karena pada usia belasan sampai dua puluhan kita masih tinggal bersama orang tua, kita masih fokus pada pendidikan. Setelah itu, kita akan mencari pekerjaan untuk memperoleh penghasilan. Selanjutnya kita akan memikirkan untuk berumah tangga. Pada usia 30an itulah kita mulai membangun dan menata kehidupan. Pada saat memasuki usia 40 tahun orang tidak lagi bersusah payah, tetapi tinggal menikmati kehidupan yang telah dirintis.

Bagi anda yang kini sudah memasuki usia 40 tahun, saya ucapkan selamat menikmati masa-masa bahagia atas kehidupan yang telah anda bangun, pekerjaan yang mapan, penghasilan yang cukup, tempat tinggal yang layak, anak-anak yang cerdas dan soleh, atau apapun yang telah anda rencanakan dan anda usahakan. Kini silakan anda petik hasilnya.

Bagi anda para pembaca yang belum mencapai usia 40 tahun sebaiknya pikirkan dan rencanakanlah kehidupan anda mulai dari sekarang. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Dan kalau bukan dari sekarang, kapan lagi? Jangan sampai nanti anda menyesal. Karena penyesalan itu tak ada gunanya dan penyesalan selalu datang terlambat.  Hidup itu harus direncanakan, kehidupan yang baik harus dipersiapkan dan diupayakan. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan, karena manusia hanya bisa berencana tetapi Tuhanlah yang menentukan.

Pada saat usia 40 tahun, mulai berpikir bahwa hidup anda adalah untuk orang lain. Artinya mulai mengurangi kepentingan diri sendiri. Mulailah memikirkan orang-orang terdekat di sekitar anda, seperti orang tua, keluarga, teman, sahabat. Setelah itu baru mulai berpikir bahwa hidup anda adalah untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, bagi orang banyak bahkan untuk orang-orang yang sama sekali belum anda kenal. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

Semoga tulisan sederhana ini bisa menyadarkan kita akan arti kehadiran kita di muka bumi ini dan bisa memberikan perubahan. Semoga hidup kita yang singkat ini bisa mempunyai arti di muka bumi ini. Amiiin.

Jadi, berapa usia anda sekarang? 

Time goes by, life begin now ... 

Pontianak, 6 April 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro


Iya Pak Kabu.. kesehatan memang perlu, tapi tart dan lunchnya perlu juga diselesaikan.... thanks n happy birthday, Hǎo yùn... (Ananda Widya)

it means i still have a decade left to eat anything i want, niahahaha.... (Rima Pusparani)



2 komentar:

  1. Kemapanan itu bukan pemberhentian, cuma terminal. Orang masih ada kemungkinan untuk terus naik, atau justru jatuh terpuruk, pada usia berapa pun.

    BalasHapus
  2. Terimakasih Bro Heru sudah singgah dan memberikan komentar, semoga sukses terus buat Bro Heru

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By