Breaking News

Rabu, 09 April 2014

FOTO 500 RIBU

Waktu Rakerda tahun lalu, ada kegiatan pameran foto. Foto yang dipamerkan temanya bebas. Yang ikut pameran adalah para pegawai di kantor saya. Saya juga ikut dengan mengirimkan foto dua orang yang sedang mancing.


Pameran ini merupakan selingan di sela-sela kegiatan rapat. Kalau sedang break rapat para peserta bisa menikmati snack sambil melihat-lihat foto yang dipamerkan. Para peserta rapat sangat antusias dalam menikmati dan mengapresiasi kegiatan pameran foto yang baru pertama kali digelar.


Setelah melihat-lihat semua foto yang dipamerkan, seorang Pejabat Senior berkata, "Dari semua foto yang dipamerkan, kok nggak ada satu pun foto BOS kita ya?" Dengan nada bergurau, beliau melontarkan kalimat pertanyaan tersebut. 

Setelah melihat-lihat foto, Sang Pejabat Senior terlihat sedang ngobol dengan para peserta rapat lain. Saya juga ada di situ tapi agak jauh. Saya tak begitu menyimak tema obrolannya. Kelihatannya serius sekali. Saya bawa kamera dan iseng-iseng menjepret para peserta rapat, termasuk Sang Pejabat tadi. Saya bidikkan kamera ke arah Sang Pejabat Senior. Klik, dapat satu momen yang bagus ketika beliau sedang menoleh ke kiri. Ekspresi wajahnya sangat pas dengan jari telunjuk kanannya sedang mengacung. Sebuah gambar yang bagus memperlihatkan kharisma Sang Pejabat Senior yang berwibawa.

Ketika akan memasuki ruang rapat, saya tunjukkan hasil jepretan saya kepada Sang Pejabat Senior. 

"Coba lihat, Pak. Foto ini bagus sekali ya, Pak?" kata saya menunjukkan gambar di kamera saya kepada Sang Pejabat Senior. Beliau terkagum-kagum melihatnya sambil manggut-manggut. Kemudian memberikan respon positif. 

"Kalau foto ini dicetak dan dipajang di sini, akan saya bayar 500 ribu." ucap beliau antusias. Saya pun bengong mendengarnya. 

Saya telpon staf saya, "Mas Arif, tolong ke sini." Arif langsung naik menemui saya. Saya meminta Arif untuk segera mencetak foto Sang Pejabat Senior tadi. Saya jelaskan bahwa Sang Pejabat Senior bersedia membayar 500 ribu. Saya transfer file foto melalui bluetooth ke HP Arif. File foto pun terkirim, siap untuk dicetak.  

"Bisa cepat nggak, Rif?"

"Bisa, Pak. Nanti langsung saya pajang, Pak."

Arif segera melarikan file foto tadi ke toko cetak foto dan langsung membingkainya. Setelah foto selesai dicetak dan dibingkai, Arif segera kembali ke kantor dan memajang foto tersebut di antara foto-foto yang lain. 

HP saya berbunyi. SMS dari Arif. "Foto sudah dipajang, Pak. Bisa dilihat sekarang."

Saya keluar sebentar untuk memastikan foto Pejabat Senior sudah terpasang dan terpajang. Benar saja, foto tersebut sudah terpajang di antara foto-foto yang lain. Foto tersebut diberi judul "Foto 500 K". Saya masuk kembali ke ruang rapat. Saya kirim SMS ke Sang Pejabat Senior.

"Pak, foto Bapak sudah terpajang. Terimakasih."

Dari jauh saya melihat Sang Pejabat Senior membaca SMS saya sambil tersenyum. 

Tak lama kemudian, saya mendapat balasan SMS.

"Oke, Pak."

Ketika istirahat makan siang, Sang Pejabat Senior langsung melihat fotonya sudah terpajang di arena Pameran Foto. Dengan tersenyum bangga sekaligus kaget, beliau menatap foto dirinya. Para peserta rapat yang lain juga ikut melihat foto tersebut. Foto yang baru saja terpajang, yang belum ada sejak pagi tadi.

Sang Pejabat Senior tadi menghampiri saya. Beliau berkata, "Kok cepat banget, Pak?". Lalu beliau mengeluarkan dompet dari saku celananya dan memberi saya lima lembar uang berwarna merah. Transaksi pun terjadi. Saya bersalaman dengan Sang Pejabat Senior. 

"Terimakasih ya, Pak." kata saya kepada Sang Pejabat Senior.

"Sama-sama, Pak." jawab Sang Pejabat Senior.

Beliau meminta foto itu setelah acara pameran foto selesai. Saya membolehkannya, karena foto itu sudah menjadi milik beliau karena sudah dibayar.

Itulah contoh bagaimana kita menangkap sebuah peluang. Memang kita harus jeli dalam mencari, dan menciptakan peluang. Istilahnya "Kalau bisa jadi duit, kenapa nggak ...!"

Ciptakanlah peluangmu. Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat.

Pontianak, 10 April 2014

ditulis oleh Guntur Sumitro 

Foto-foto yang dipamerkan

       Para Peminat dan Penikmat Foto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By