Breaking News

Senin, 10 Maret 2014

CHAI KUE BUKAN CAKWE

Waktu pertama dengar namanya saya kira adalah Cakwe eh nggak tahunya Chai Kue. Saya pikir sama atau hampir mirip jenis makanannya, ternyata beda banget.

Tadinya saya nggak tahu Chai Kue. Pertama kali berkenalan dengan Chai Kue adalah waktu bulan puasa tahun 2013. Karena pada tahun itu adalah tahun pertama saya di Pontianak dan juga puasa pertama di Pontianak.

Biasanya istri saya diajak ibunya Ata mencari takjil dan kue-kue untuk berbuka puasa. Istri saya membeli kolak dan beberapa kue lainnya, sedangkan ibunya Ata selalu membeli Chai Kue. Katanya buat Ata, anaknya yang duduk di kelas 2 SD.

"Ata seneng banget, Bude," begitu kata ibunya Ata. 

Istri saya jadi penasaran, kaya apa sih, Chai Kue itu. Kenapa Ata seneng banget? Katanya hampir setiap hari, ibunya Ata selalu beli Chai Kue buat buka puasa. 

Memang kalo bulan puasa di mana-mana banyak yang jualan makanan dan kue-kue untuk berbuka puasa. Bisa dipastikan hampir semua tempat menjual Chai Kue. 

Saya pun mencoba makanan ini yang dibelikan istri saya waktu pergi sama ibunya Ata. Bentuknya kaya pastel cuma ukurannya kecil. Warnanya putih. Bukan digoreng tapi dikukus. Rasanya enak banget, dalamnya isi bangkoang dan campuran ebi, kalo digigit mak kres kres kres gitu. Makannya dicocol pake sambel cuka, mantep banget deh.

Sejak saat itu, saya dan istri saya jadi suka sama Chai Kue. Setiap sore menjelang buka puasa, istri saya pasti beli Chai Kue buat berbuka puasa. Jadi ketularan sama Ata deh, he he ...


Chai Kue Panas
Chai Kue isi Bangkoang

Cakwe

Pontianak, 10 Maret 2014
ditulis oleh : Guntur Sumitro

4 komentar:

  1. Kalau saya dan suami sudah suka kue ini bahkan sebelum tahu namanya, kami suka menyebutnya "ravioli" karena mirip sama pasta italia yang diberi isian di dalamnya itu...

    BalasHapus
  2. Kalau Ravioli adalah makanan Italia, maka bisa saja Chai Kue saya sebut sebagai Ravioli Pontianak. Terimakasih aimee, sudah mampir ke blog saya dan sudah mengapresiasi.

    BalasHapus
  3. saya baru tahu yang Cakwe pak, beberapa bulan lalu pernah makan juga, dan rasanya juga enak, nggak berhenti sampai habis... kalau cakwe itu belinya dimana ya?

    BalasHapus
  4. Halo Petualang Tersebut, makasih sudah mampir dan kasih apresiasi. Kalau Cakwe itu saya beli di Warung Kopi Hijas di jalan Hijas. Kalau pagi banyak yang jualan makanan di warung itu. Itu foto saya ambil di Warung Kopi Hijas. Harganya Rp. 2000 untuk satu buah Cakwe.

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By