Breaking News

Jumat, 07 Februari 2014

ITALIAN FOOD ALA CHEF TASIK


#Makanan ITALY versi TASIK

Oleh : Guntur Sumitro

"Yanti, kamu tahu nggak tempat yang jual makanan Italia di mana?" tanyaku kepada Yanti. 

Yanti adalah staf kantorku yang kelahiran Pontianak.  Dia tahu banyak tentang kuliner di Pontianak. Dia sering kasih referensi ke teman-teman tentang tempat-tempat makan yang enak di Pontianak.

Beberapa waktu yang lalu, Yanti mereferensikan "Tom Yam Pak Long"  lokasinya dekat Jembatan Kapuas. Dari referensinya itu, kami langsung ke TKP untuk membuktikan sendiri. Ternyata rasanya bener-bener "Mak Nyuss".  

Balik lagi ke pertanyaan tadi. Lalu dengan santainya, Yanti bilang, "Ada, Pak. Warung Bakso Tasik," 

Aku kaget setengah mati demi mendengar jawaban Yanti.
"WHAT!! REALLY ..... ? ARE U SERIOUS?" gaya kagetnya sengaja dibikin gaya kaget ala bule. 
Bule loh ya, bukan Bulek. Bila ditranslate menjadi gaya kaget ala Bulek, terjemahan bebasnya kira-kira begini :

"AH, MOSOK!! TENANE .... ? GUYON TO?"

Terus terang aku nggak percaya. Jawaban Yanti sungguh diluar dugaan. Sangat janggal dan tidak masuk akal. Mana mungkin sebuah warung bakso berjualan makanan Italia. Apalagi namanya Warung Bakso Tasik.

"Kenapa, Pak? Emang ada yang aneh?"

"Ya, jelas aneh. Masa' sih warung bakso jualan makanan Italia. Mission Impossible."

"Ha ... ha ... ha ... Impossibel aja, Pak. Nggak pake Missiyen. "

*****

Berbekal referensi dan info dari Yanti, ditambah dengan rasa penasaran, aku ingin membuktikannya dengan langsung datang ke  TKP.

Jum'at malam sehabis mengantar Mas Fendy ke Bandara Supadio, aku mampir ke Warung Bakso Tasik yang lokasinya berada di depan POLRESTA Pontianak, persis di sebelah Masjid Al-Jihad. 

POLRESTA Pontianak

Masjid Al Jihad

Aku berhenti tepat di depan warung itu. Warungnya bercat warna cerah mencolok perpaduan antara warna kuning, oranye dan hijau. Setiap hari aku lewat di depan warung ini ketika pulang kerja. Dulu, tempat ini adalah Rumah Makan Padang, tapi aku lupa namanya.


Setelah masuk ke dalam warung, aku lihat menu utama warung ini. Selain Bakso, tertulis juga "Zuppa Cream Soup" dan "Lasagna". 


"Wah, boleh juga nih," pikirku

Aku langsung pesan kepada seorang karyawan yang bertubuh agak subur. Bisa jadi dia sering makan bakso jadi punya badan seperti itu. Kayaknya dia itu kasir merangkap penerima tamu yang melayani pesana para pengunjung warung ini.

"Mas, Lasanya-nya satu ya. Dibungkus."

Tulisannya Lasagna tapi dibacanya Lasanya, kaya tulisan Signal yang dibaca Sinyal.

Lalu aku cari tempat duduk tak jauh dari Mas Kasir. Aku pun ngobrol-ngobrol dengan Mas Kasir. Maksudnya bukan ngobrol kaya teman akrab, tapi lebih tepatnya tanya-tanya yang hampir menjurus kearah interogasi.

Mas Kasir kelihatan agak grogi. Padahal aku baru membuka obrolan dengan mengajukan satu pertanyaan pembuka. Ditanya satu macem aja sudah grogi, gimana kalo aku tanya macem-macem. Dia mulai gelisah dan duduknya sangat nggak nyaman. Setiap aku tanya, jawabnya nggak tahu. Dia bilang bahwa yang punya warung ini namanya Pak Ihsan. Dia adalah cuma sebagai karyawan dan Pak Ihsan adalah bosnya. 

Mas kasir juga menjelaskan bahwa Warung ini baru tiga bulan buka di sini. Sebelumnya di jalan Suwignyo. Hanya itulah yang bisa dia jelaskan dalam kapasitasnya sebagai seorang karyawan. Lainnya dia nggak tahu dan nggak bisa jawab. Dia juga tidak tahu kenapa warung ini berjualan makanan Italia.

"Kalo itu sih, saya nggak tahu, Pak. Silakan tanya ke Pak Ihsan aja langsung." kata Mas Kasir sambil pura-pura nulis. Nggak tahu tuh apa yang ditulis.

Daripada bikin Mas Kasir tersiksa dengan seribu satu macam pertanyaan yang aku ajukan, mendingan aku iseng-iseng lihat-lihat sekeliling warung ini. Eh, ada daftar menu tuh ditembok. Baca ah .... 
W
WARUNG BAKSO TASIK
BAKSO KUAH ORIGINAL/YAMIN
BAKSO KUAH KOMPLIT /YAMIN
BAKSO KUAH SPESIAL   /YAMIN
MIE AYAM KOCOK                     
LASAGNA                                          
ZUPPA SOUP                                   
ES SIROP BOJONG                      
JUICE ALPUKAT                       
JUICE MELON                        
JUICE APEL                          
JUICE OREO                       
JERUK BESAR                 
JERUK KECIL                
TEH PANAS                 
THE PANAS
Rp. 12.000,-
Rp. 15.000,-
Rp. 20.000,-
Rp. 12.000,-
Rp. 13.000,-
Rp. 13.000,-
Rp. 12.000,-
Rp.   8.000,-
Rp.   6.000,-
Rp.   6.000,-
Rp.   6.000,-
Rp.   6.000,-
Rp.   3.000,-
Rp.   3.000,-
Rp.   3.000,-


Di dinding yang lain terdapat jadwal pemutaran lagu-lagu yang bisa kita nikmati sesuai dengan hari kunjungan pelanggan dalam sepekan. O iya, sebaiknya jangan datang pada hari Senin, karena warung ini nggak memutar lagu apa-apa, karena pada hari Senin Warung Bakso Tasik libur.

Jadi, selain memanjakan lidah para pelanggannya dengan aneka menu makanan dan minuman, Warung Bakso Tasik juga memanjakan telinga para pelanggan setianya dengan aneka menu lagu dan musik. Nih, lihat saja daftar musiknya, keren, kan?

Senin
Libur

Selasa
Lagu Nostalgia Tahun 70-80-an
Nike Ardilla, Billboard, Gombloh, Dian Peshesa, Iis Sugianto, Jamal Mirdad, Koes Plus, Gombloh, The Rollies, Hari Mukti, Doel Sumbang dan Kawan-kawan
Rabu
Lagu Kenangan Tahun 90-an
Java Jive, Katon Bagaskara, Iwan Fals, Dian Permana Putra, Dedi Dukun, Utha L. , Inka Christi, Nicky Astria dan Kawan-kawan
Kamis
Lagu Top Tahun 2000-an
Noa, Dewa, ST 12, Kotak, Seventeen, Vidi, BCL, Syahrini, Padi, Tegar, Gleen dan Kawan-kawan
Jum’at
Lagu Dangdut        & Daerah
Roma Irama, Elvis, Megi Z., Hamdan ATT. , Mansyur, Lagu Sunda, Lagu Melayu dan Kawan-kawan
Sabtu
Lagu Legendaris Barat
The Eagles, Whit Lion, Bad Company, Dan Byrd, Julio Iglasias, Lionel Richie, Bon Jovi, Fire House, Mr. Big, Maroon 5, Bruno Mars, dan Kawan-kawan
Minggu
Lagu Hits Sepanjang Masa


Indonesia, Barat, Daerah, Dangdut, Religi dan seabreg lagu lawas...
Jepret ...


Setelah menerima pesanan, lalu aku bayar. Aku keluar warung menuju ke mobil. Waktu mau masuk mobil, remote kunci mobilnya error, pintu mobilnya nggak bisa dibuka. Aduh, gimana nih? Aku gak bisa pulang. Kalo gitu aku harus telpon Umam bagian Umum. Aku ambil HP, cari nama Umam1 lalu pencet. Terdengarlah nada tunggu.

"Halo, Pak."

"Halo, Mas. Saya lagi di Warung Bakso Tasik. Mas Umam ke sini ya. " 

"Wah, asyik nih. Iya, Pak. Saya ke sana sekarang."

Ups...!!  Sorry, dialognya bukan kaya gitu. Nanti diprotes sama Mas Umam.  Transkrip pembicaraannya yang bener kaya begini nih ...


"Halo, Pak," Umam menjawab.

"Ada di mana, Mas?"

"Saya lagi di rumah, Pak."

"Remote kunci mobil error, Mas. Pintu mobil nggak bisa dibuka."

"Posisi Bapak, sekarang di mana?"

"Saya ada di depan Warung Bakso Tasik, di seberang Kantor POLRESTA Pontianak, di sebelah Masjid Al-Jihad."

"Oke, Pak. Saya ke sana sekarang."

Klik. Telpon aku tutup dan menunggu Umam datang.


Nggak berapa lama, Umam datang naik motor sama temannya. Umam masuk warung, duduk di depanku.  Aku jelaskan kronologis kejadiannya. Umam bilang kalo dia tadi ke bengkel dulu dan bawa orang bengkel ke sini. Untuk selanjutnya Orang Bengkel akan kita panggil Mas Obeng.

Mas Obeng berusaha mencoba membuka pintu mobil tapi gagal. Lalu Mas Obeng membawa pulang remote kunci mobilnya untuk diganti baterainya.

Setelah agak lama, akhirnya Mas Obeng datang juga. Mas Umam ikut membantu Mas Obeng dibantu Jefry yang baru datang bawa mobil Pak Ismu.

Aku bertemu dan berkenalan sama Pak Ihsan, Si Empunya Warung. Nah, dalam kesempatan inilah aku tanyakan sejarah berdirinya Warung Bakso Tasik dan tentang Makanan Italia. Dengan bergaya ala pembawa acara Kick Andy aku mengajukan beberapa pertanyaan kepada 'Bintang Tamu' dalam episode Kisah Inspiratif.

"Pak Ihsan, bisa diceritakan bagaimana awalnya sampai berjualan makanan Italia, Lasagna dan Zuppa Cream Soup?" tanyaku kepada Pak Ihsan.

"Jadi begini, Pak. Awalnya saya berjualan Lasagna dan Zuppa dulu. Jualannya pakai gerobak. Setiap malam, Saya mangkal di depan Kantor Pengadilan Negeri." Pak Ihsan menjelaskan dengan logat sunda yang khas. "Baru sekarang saja saya berjualan bakso di warung ini. Kalo untuk Lasagna dan Zuppa, malah saya pernah punya cabang di Ketapang."

"Loh, kok bisa punya cabang di Ketapang? Bagaimana ceritanya, Pak?" aku jadi makin penasaran.

"Ada salah satu pelanggan saya, dia orang Ketapang. Dia ingin berjualan Lasagna dan Zuppa di Ketapang. Akhirnya kami membicarakan sistem bagi hasilnya. Setelah deal, maka lewat dia lah saya buka cabang di Ketapang. Alhamdulillaah, banyak yang suka. Dagangan pun laris manis. Tapi sekarang sudah tutup, Pak."

"Loh, kenapa tutup, Pak?"

"Pelanggan saya itu sekarang ada di Pontianak."

"Apa Dia jualan di sini, Pak?"

"Bukan. Bukan gitu, Pak. Dia sekarang kuliah di Pontianak."

Menarik juga cerita Pak Ihsan ini. Saking asyiknya, Aku manggut-manggut menyimak kisahnya. Tapi aku masih penasaran soal Pak Ihsan yang bisa bikin makanan Italia. Pasti ada sesuatu yang bisa digali lebih dalam lagi. Aku pun masih penasaran dan melanjutkan wawancara.

"Kok Pak Ihsan bisa bikin makanan Italia, gimana ceritanya, Pak?"

"Ceritanya panjang, Pak."

"Kalo gitu disingkat aja, Pak."

"Dulu saya merantau ke Jogja, Pak. Waktu itu, Saya bekerja di Quality Hotel sebagai Asisten Chef. Saya bantu Chef  membuat Chineese Food. Setelah itu, selain Chineese Food, saya juga membantu Chef membuat masakan Eropa. Nah, dari situ lah saya belajar membuat makanan Eropa, yaitu Lasagna dan Zuppa Cream Soup. Setelah keluar dari Quality Hotel, lalu Saya bekerja di Hard Chicken." 

Pak Ihsan tampak bersemangat menceritakan pengalaman masa lalunya. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa "Pengalaman adalah guru yang sangat berharga." Dari pengalamannya itulah Pak Ihsan kini menekuni bisnis kuliner dengan spesialisasi Makanan Italia dipadu dengan jenis kuliner lokal yaitu Bakso.

Setelah pintu mobil bisa dibuka, Umam mengambil kunci rumahku yang berada di dalam mobil.

"Pak, pintunya sudah bisa dibuka, tapi remotenya masih harus dibawa ke bengkel besok. Ini kunci rumah Bapak. O iya, Bapak pulang pake mobil Pak Ismu aja, Pak."

Akhirnya Umam, Mas Obeng dan Jeffry pamitan mau balik ke kantor. Aku pun pamitan sama Pak Ihsan. Sungguh pengalaman yang menarik. Benar-benar menginspirasi. Setelah berpamitan dengan Pak Ihsan, aku pun berpamitan dengan para penonton acara Kick Andy.

Sampai jumpa lagi dalam Kisah Inspiratif berikutnya.

Bakso Tasik, menerima pesanan :
IHSAN 08125699 9850, 0561 - 7528307
Kemasan Lasagna yang dibawa pulang (dibungkus)

Kemasan yang apik dan praktis

  Dalam kemasan aluminium foil

Setelah dibuka aromanya menggoda

Lasagna ala Warung Bakso Tasik

Zuppa Cream Soup

Bakso Kuah Komplit

Wisata Kuliner di Warung Bakso Tasik, Pontianak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By