Breaking News

Rabu, 22 Januari 2014

BERBURU LELONG

by : Pak Goen

"Om, punya jaket yang masih agak bagus nggak? Minta dong, Om. Buat naik motor," kata kakak perempuanku yang tinggal di Depok. Dia manggil "Om" karena ngikutin dua anaknya yang memanggilku dengan panggilan "Om". 

Kakakku setiap hari nganterin anaknya ke sekolah dengan naik motor. Jaketnya sudah rusak. Warnanya sudah pudar alias 'Mbladus' karena sudah tua, lebih tua dari usia anaknya yang pertama yang duduk di kelas dua SMP. "Aduh, kasian banget," pikirku dalam hati. 

"Iya deh, nanti ya om bawain jaket Om. Ada kok yang masih bagus, jarang dipake. Sovenir dari Bank BRI Cirebon, waktu acara Halal Bihalal di Hotel Santika." 

Kakak iparku -suami kakakku- dengar kalo kakakku minta jaket, dia juga ikut-ikutan juga minta jaket. "Aku juga ya, Om. Jaketku sudah pada sempit nih," kata kakak iparku sambil nunjukin jaketnya yang kesempitan karena badannya sudah agak gemuk. 

"Ye, Bapak ikut-ikutan Ibu deh", kata kakakku menimpali.

"Biarin dong, Bu. Nggak apa-apa kan, Om?" jawab ayah dari dua keponakanku ini.

"Oke. Beres. Pokoknya semua dapet, tenang aja."

Kakakku dan suaminya sekarang tinggal bersama ibuku di Depok. Setiap aku pulang ke rumah ibuku, kakakku atau suaminya yang mengantar aku ke stasiun Depok. Biasanya aku melanjutkan perjalanan ke Stasiun Gambir untuk pulang ke rumahku di Cirebon.

Ngomong-ngomong soal jaket, aku jadi ingat cerita teman-teman kantorku di Pontianak. Katanya ada tempat jual jaket second yang masih bagus-bagus. Teman-teman menyebutnya dengan istilah "Lelong". Konon katanya, istilah 'Lelong' berasal dari kata lelang. Karena pengaruh Bahasa Melayu atau bahasa Malaysia, maka istilah tersebut menjadi Lelong.

"Oh iya, di Pontianak ada jaket second dari luar negeri, tapi masih bagus-bagus loh. Mau nggak?"

"Iya, Om. Mau !" kata kakaku dan suaminya serempak.

Terus aku ceritakan sama kakakku tentang Lelong di Kota Pontianak.

Aku berjanji akan membelikan Jaket Lelong buat kakakku dan juga buat kakak iparku. Aku akan berburu Jaket Lelong untuk aku kasih ke mereka.

***

Aku tanya sama teman-teman di kantorku tentang Jaket Lelong. Aku cari informasi sebanyak-banyaknya. Aku tanya di mana lokasi tempat jualan barang-barang lelong. Temanku, khusunya yang sudah terbiasa belanja barang di Lelong menjelaskan sedetil-detilnya. Misalnya, berapa dia membuka harga pertama kali. Bagaimana atau berapa kita harus menawarnya. Tips dan Trik mengenai cara berbelanja di Lelong dikupas dengan tajam setajam silet. 

"Di sini, kalau ada orang naik motor pake jaket bagus dan keren bisa jadi itu beli dari Lelong, Pak", kata temanku yang bisa disebut 'Pakar Lelong'. Dia pernah beli Jaket Lelong sebanyak sepuluh buah untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Hm, sungguh luar biasa. Nggak salah deh, kalo aku tanya informasi Lelong sama pakarnya langsung.

***   

Berikut beberapa ilmu yang aku dapatkan saat 'Workshop Pejabat Lelong' dari para pakar lelong yang sudah lama malang melintang dalam jagad perlelongan.  Para Pakar tersebut diantaranya adalah Pak Surya Hartana (disamarkan), Sutarna dan Bibing Basuki.  kar nformasi tentang Lelong di Pontianak.

Lokasi Lelong bisa kita temukan di daerah Kota Baru tepatnya di Jalan Sutomo. Letaknya nggak jauh dari bundaran kota baru. Di sana banyak lapak-lapak yang menjajakan barang-barang lelong, diantaranya adalah baju, celana panjang, celana pendek, pakaian olah raga, jaket, sepatu dan tas serta bed cover.

Selain di daerah Kota Baru, lokasi Lelong juga bisa kita temukan di Jl. Komodor Yos Sudarso, Jeruju dan di Pasar Tengah.

Harganya bervariasi dari yang murah sampai yang mahal tergantung kualitas barang. Meskipun barang yang dijual adalah barang-barang second, namun penjual telah mensortir sesuai kualitas barang untuk menetapkan harga jual agar bisa dapat untung sebesar-besarnya.    

Tips berbelanja di Lelong adalah bahwa kita harus cermat. Kita juga harus sabar. Bila kita beruntung kita bisa menemukan barang bagus dengan harga yang murah, apalagi bila kita pandai menawar. Jangan tergesa-gesa dalam memilih barang dan jangan terburu-buru dalam menawar harga. 

***  
Rabu, 22 Januari 2014
Saatnya berburu lelong. Waktunya mempraktekkan ilmu yang aku dapat ketika ikut 'Workshop Singkat Pejabat Lelong'. 

"Ayo Mas, kita ke Lelong Kota Baru"  Fendy mengajakku saat jam istirahat.
"Sekarang," jawabku. 
"Iya, Mas. Sekarang."
"Oke, deh. Kita ajak Pak Salya aja, gimana?
"Oke, Mas. Setuju"
Secara kebetulan, kami bertemu Pak Salya di tempat parkir.. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Orang yang kami butuhkan tiba-tiba muncul di depan kami.

"Wah! Ni dia Pak Salya. Kebetulan banget." kata Mas Fendy.
"Ada apa, Pak?" jawab Pak Salya bingung sambil menatap kami heran.
"Ikut yuk, Pak" ajakku kepada Salya.
"Ikut ke mana, Pak?"


teKami mengajak Pak Salya untuk ikut berburu lelong. Kami bertiga akhirnya memutuskan untuk membentuk 'Tim Pemburu Lelong' dengan tugas utama tentu saja memburu barang lelong di mana saja dan kapan saja. Sudah pasti bukan di Mall atau Toko, karena gak ada sejarahnya barang-barang dijual di sana. 

Pontianak, 22 Januari 2014

Tertanda,


Pejabat Lelong 




      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By