Breaking News

Rabu, 18 Desember 2013

FILOSOFI BERSEPEDA


Yang suka sepeda dan menjiwai, tahu benar akan cerita berikut :

Ada tanjakan ada turunan
Saat sedang menanjak janganlah terlalu bernafsu mencapai puncak
Aturlah nafas, atur tenaga, konstankan putaran
Supaya efektif mencapai puncak
Dan konsentrasi tetap ada untuk menghadapi turunan

Saat sedang menurun
Janganlah kaget hingga terlalu cepat menarik rem
Kamu akan terjungkal dan makin terpuruk
Ikuti alur jalannya, seimbangkan rem-nya
Ambil momentum putarannya
Hingga saat kamu menanjak
Kamu tidak membuang banyak tenaga

Bersepeda itu bukan masalah jumlah kilometer
Tapi lebih pada menikmati setiap kayuhan
untuk mendapatkan tiap kilometer itu

Begitu pula kehidupan
Hidup menarik bukan karena jumlah umur
Tapi bagaimana kita menikmati setiap detik
untuk mendapatkan umur tersebut

Bersepeda juga bukan masalah
sepeda atau komponen yang ada di dalamnya
Tapi bagaimana menggunakan sepeda dan komponen tersebut
untuk mendapatkan perjalanan yang menarik
Yang bisa kita nikmati, bisa kita ceritakan
Bukan hanya menggunakan sepeda
untuk kita banggakan harganya

Begitu pula kehidupan
Kehidupan bukan masalah harta yang kita dapatkan
Tapi bagaimana memaknai harga yang kita punya
Untuk membuat hidup kita lebih berharga secara batin
Bukan hanya secara nominal

Ada pepatah Jawa bilang,
“Urip kuwi golek jeneng, ojo golek jenang”
Terjemahan bebasnya,
“Hidup itu cari nama, bukan cari makan”
Maksudnya hidup itu harus bermanfaat (bagi orang banyak)
Sehingga membuat nama yang baik
Bukan hidup hanya cari harta
tapi tak membuat perbedaan apa-apa

Sama dengan sepeda, buat apa punya sepeda
Kalau cerita yang kita punya hanya pada saat kita membelinya
Bukan pada saat menaikinya
Bukankah menaikinya itu terlihat dan terasa lebih menarik

Catatan :

Dari Bu Retno Sulistyati lewat kiriman BBM


[SEPEDA.jpg]


   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By