Breaking News

Kamis, 03 Oktober 2013

SAFARI STMIK

Oleh : Guntur Sumitro

Beberapa orang pegawai dari Kanwil DJKN Kalimantan Barat dan KPKNL Pontianak terlihat sibuk di STMIK Pontianak. Selain itu empat orang pegawai dari Kanwil Bea dan Cukai juga telah menempati posisinya masing-masing. Dua dari mereka menjaga pintu masuk bagian depan dan dua orang lagi bertugas di belakang.

Pada tanggal 2 dan 3 Oktober akan dilaksanakan Tes Kemapuan Dasar dalam rangka penerimaan CPNS Kementerian Keuangan tahun 2013. DJKN ditunjuk oleh Panitia Pelaksana Daerah (PPD) sebagai koordinatornya. Tugasnya adalah menyelenggarakan kegiatan pelaksanaan tes masuk bagi para pendaftar yang sebelumnya telah mengambil Tanda Peserta Ujian (TPU) di Kantor BDK Pontianak.

Tahun ini tes dilakukan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mengerjakan soal ujian langsung di depan komputer. Jadi mereka tidak lagi menggunakan lembar soal dan lembar jawaban. Oleh sebab itu pelaksanaan tes untuk wilayah Kalimantan Barat dilaksanakan dengan menyewa LAB Komputer di Kampus STMIK Pontianak.

STMIK merupakan singkatan dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer. Bagiku, istilah STMIK sudah tak asing lagi. Mendengar kata STMIK membawa kenanganku melompat ke masa lalu setelah aku lulus SMA. Selepas SMA, aku melanjutkan pendidikan di STMIK Gunadarma yang terletak di Pondok Cina, Depok. Kampusnya berada di Jalan Margonda, Depok berdekatan dengan kampus Universitas Indonesia. Di kampus ini lah aku menimba ilmu sebanyak-banyaknya, meskipun ilmunya tidak berada di dalam sumur, tapi tetap saja aku dan teman-teman harus menimba.

Aku kuliah di STMIK Gunadarma selama lima tahun (1989 s.d. 1994). Setelah lulus kuliah, aku melamar ke sana ke mari membawa alamat (eh itu lagu Ayu Ting Ting). Aku melamar bekerja ke mana-mana, mengirim lamaran sebanyak-banyaknya dengan harapan ada kantor atau perusahaan yang mau menerima aku bekerja dan mengangkat sebagai pegawainya. Pernah suatu ketika aku mendapat panggilan untuk datang ke sebuah alamat di bilangan Kuningan. Tapi ternyata kenyataan yang kudapatkan adalah penawaran untuk menjadi anggota sebuah organisasi Multi Level Marketing (MLM). Sedih sekali hatiku, sudah keluar banyak uang untuk mengirim surat lamaran dan membeli perangko, tapi nasib baik belum berpihak padaku.

Suatu hari, teman kuliahku, Mirwan, datang ke rumahku. Mirwan bercerita panjang lebar tentang surat panggilan kerja yang diterimanya. Dia menunjukkan surat panggilan itu kepadaku. Dalam surat itu disebutkan bahwa dia dipanggil untuk mengisi posisi sebagai tenaga pengajar di sebuah perguruan tinggi swasta yang baru berdiri, yaitu STMIK Bina Darma Palembang. Mirwan mengajakku untuk sama-sama menjadi dosen di perguruan tinggi itu. Aku tidak mendapat surat panggilan itu, pikirku. Tetapi tidak ada salahnya juga dicoba, siapa tahu kali ini nasib baik akan ramah menyapaku.

Ketika sampai di Kampus STMIK Bina Darma, Aku dan empat orang temanku diterima oleh para pengurus yayasan. Aku katakan bahwa aku tidak dapat panggilan. Aku tanyakan kepada mereka, apakah aku boleh bergabung bersama Mirwan dan teman-teman menjadi dosen di sini. Pihak yayasan pun bersedia menerimaku sebagai tenaga pengajar di STMIK Bina Darma. Kami datang pada akhir tahun 1994 menjelang pergantian tahun 1995. Pihak yayasan meminta kami untuk datang pada awal masa perkuliahan semester genap, yaitu bulan Februari 1995.

Sejak Februari tahun 1995, aku dan teman-teman mulai aktif mengajar di kampus ini. Selain mahasiswa baru lulusan SMA ada juga mahasiswa lanjutan lulusan diploma. Mahasiswa lanjutan mengambil kuliah pada malam hari. Sebagian dari mereka adalah para karyawan yang bekerja pada siang hari dan kuliah di sini pada malam hari.

Inilah pengalamanku bekerja untuk pertama kali. Aku belum pernah bekerja sebelumnya, waktu semasa kuliah pun aku belum pernah nyambi bekerja. Awalnya aku agak grogi dan nervous berdiri di depan kelas memberikan materi kuliah. Apalagi para mahasiswa juga tahu bahwa kami adalah dosen yang masih baru. Pada saat kuliah pertama kami memperkenalkan diri, sehingga para mahasiswa tahu kalau kami baru saja lulus dan menjadi dosen mereka. Tapi makin lama kami makin terbiasa memberikan materi kuliah sehingga kami tidak grogi lagi.

Sebagian besar mahasiswa baik-baik. Kalaupun ada yang nakal masih dalam batas kewajaran. Kami pun jadi kenal dengan sebagian mahasiswa dan berteman dengan mereka. Pernah suatu sore ketika isitirahat, kami jajan di sebuah warung mpek-mpek yang tak jauh dari kampus. Banyak mahasiswa kami yang nongkrong di sana. Begitu selesai makan mpek-mpek, ternyata sudah dibayar oleh seorang mahasiswa kami. Jadilah kami makan mpek-mpek secara gratis. Besok ke sini lagi ah, pikirku he he ...

Cuma setahun atau dua semester saja aku menjadi dosen di STMIK Bina Darma. Pada akhir tahun 1995 aku ikut seleksi penerimaan CPNS Departemen Keuangan. Informasi lowongan penerimaan pegawai Departemen Keuangan aku dapat dari Wahyudi, teman kuliahku. Wahyudi memang sengaja main ke Palembang untuk bisa bergabung menjadi tenaga pengajar di STMIK Bina Darma. Aku mendaftarkan diri dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Aku juga sengaja pulang ke Jakarta untuk melegalisir ijasah dan transkrip nilai. Aku pun lolos seleksi administrasi dan selanjutnya mengambil TPU atau Tanda Peserta Ujian. Dua temanku, Zuki dan Mirwan tidak bisa ikut mendaftar. Zuki umurnya sudah expired alias usianya sudah melewati dari persyaratan yang ditentukan. Mirwan juga tidak bisa ikut mendaftar karena  IPK-nya kurang dari yang dipersyaratkan. Inilah bagian dari seleksi alam, pikirku.

Aku mengikuti tahap demi tahap seleksi tes. Pada tahap TPA (Tes Potensi Akademik) aku dinyatakan lulus. Dari ribuan orang yang mengikuti ujian di Stadion sepakbola, aku satu dari 126 orang yang masuk ke tahap berikutnya. Aku mengikuti tahap psikotes yang dilaksanakan di Aula Gedung BRI di seberang GKN Palembang. Alhamdulillaah aku termasuk satu dari 76 orang yang bisa melanjutkan ke tahap wawancara. Wawancara dilakukan di GKN Palembang, dan akhirnya nasib baik kini berpihak kepadaku. Aku berhasil menembus masuk Departemen Keuangan dari wilayah Sumatera Bagian Selatan. Aku adalah satu diantara 26 orang yang harus melapor ke Biro SDM Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan untuk melakukan registrasi. Alhamdulillaaah. Akhirnya aku kembali ke Jakarta dan berkumpul lagi dengan bapak, ibu dan saudara-saudaraku.

Aku ditempatkan di BUPLN. Aku mulai bekerja sebagai CPNS sejak tanggal 1 Maret 1996. Pada saat penempatan, aku ditempatkan di Kantor Pusat. Sebagian teman-temanku ditempatkan di beberapa daerah di seluruh pelosok Indonesia Raya tercinta ini. Sejak awal memang kami sudah menandatangani bahwa kami siap dan bersedia ditempatkan dimana pun alias nggak boleh pilih-pilih.

Pada tahun 1999, aku dipindahkan ke KP3N Jakarta I yang kantornya masih satu komplek dengan Kantor Pusat BUPLN. Untuk mengisi waktu aku ikut kursus bahasa Inggris pada sore hari. Dua kali dalam satu Minggu. Salah satu teman kursusku, sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya) kuliah di STMIK Bina Sarana Informatika. Suatu saat, Bunga membawa guntingan koran iklan penerimaan tenaga pengajar yang dimuat di koran Kompas. Aku mengirim lamaran melalui pos. Setelah melewati seleksi dan wawancara,  akhirnya aku diterima sebagai tenaga pengajar tidak tetap.

Kampus STMIK Bina Sarana Informatika berada di Jalan Kramat Raya, dekat dengan kantorku. Aku mengajar dua kali dalam seminggu, Rabu dan Sabtu. Untuk hari Rabu aku ngajar pada malam hari. Sedangkan hari Sabtu aku ngajar pagi sampai sore hari.

Awal tahun 2002, keluarlah SK Mutasi. Aku mendapat promosi menduduki jabatan struktural sebagai Kepala Sub Bagian Umum di KP2LN Samarinda. Aku tinggalkan kegiatan mengajarku di kampus STMIK Bina Sarana Informatika. Aku mengundurkan diri dan pamit karena pindah tugas.

Di kota Samarinda, aku juga hampir mengajar di STMIK Widya Darma, Samarinda. Aku tahu kampus ini dari iklan penerimaan mahasiswa baru di Kaltim Post. Aku kirim lamaran. Dan beberapa waktu aku sudah melupakan surat lamaranku itu. Ketika aku mengikuti Diklat LAKIP di Balikpapan, pihak STMIK Widya Darma menelpon dan memintaku datang ke kampus besok untuk wawancara. Aku minta penundaan waktu. Aku jelaskan bahwa aku sedang mengikuti diklat di Balikpapan selama satu minggu. Aku minta penundaan waktu wawancara dan diperbolehkan setelah aku kembali dari Balikpapan. Setelah selesai diklat, aku kembali ke Samarinda. Pak Syamsul Arifin, Kepala Seksi Piutang Negara memberitahu bahwa ada panggilan Diklatpim di Magelang. Hari Minggu ini aku sudah harus tiba di Magelang. Aku pun bersiap-siap berangkat ke Magelang dengan naik pesawat melalui Jogjakarta. Sehingga aku lewatkan untuk memenuhi panggilan wawancara di STMIK Widya Darma, Samarinda.

Hari ini dan besok. tanggal 2 dan 3 Oktober 2013. Aku ditunjuk sebagai Koordinator pelaksanaan tes seleksi penerimaan CPNS di STMIK Pontianak.

Itulah kisah perjalanan dan pengalamanku dari STMIK ke STMIK. Dari Jakarta, Palembang, Samarinda, Cirebon hingga akhirnya di sini aku berada sekarang di Kota Pontianak.

Setiap orang punya kisah dan perjalanan hidupnya masing-masing.

Itulah hidup, kita gak tahu ke depannya kita bagaimana.  


STMIK PONTIANAK

Pontianak, 2 - 3 Oktober 2013

Salam Sahabat - Kla Project

1 komentar:

  1. assalamu'alaikum. salam kenal pak.membaca blog bapak yang baru ini saya juga baru lagi proses merilis blog saya. Nama saya Rini saya lagi berusaha melamar ke STMIK didaerah tempat tinggal saya. Berdasarkan banyaknya pengalaman mengajar bapak di STMIK, saya ingin minta tolong nih pak, ingin tahu contoh surat lamaran ke STMIK. Jika bapak berkenan saya harap bisa mengirimkannya ke email saya ini diri_yl@yahoo.co.id. Terima kasih, Wassalam

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By