Breaking News

Rabu, 10 Juli 2013

KISAH ABG TUA



Oleh : Guntur Sumitro

“Tok tok tok”
Aku mengetuk pintu sebuah kamar di tempat kosku. “Pak Tri, Pak Tri,” aku panggil-panggil namanya sambil mengetuk pintu kamarnya. Pak Tri adalah teman kantorku yang tinggal satu kos denganku. Nama lengkapnya adalah Tri Suwarto. Minggu pagi ini, tanggal 17 Februari 2013, aku dan Pak Tri akan mengikuti acara gerak jalan. Kemarin Pak Tri mengajakku ikut gerak jalan yang diadakan oleh Pontianak Post. Kuketuk pintu berkali-kali dan kupanggil Pak Tri berulang-ulang, tapi tak ada jawaban. Pak Rusli, yang tinggal dekat kamar Pak Tri melihatku. “Pak Tri sudah berangkat Mas. Dia tadi pergi jam setengah enam. Pakai pakaian dan sepatu olah raga,” ucap Pak Rusli. “Oh gitu. Iya Pak, terimakasih.”

Aku langsung telpon Pak Tri. “Assalamualaikum, Pak Tri ada di mana?”
“Waalaikumsalam, saya sudah sampe GOR nih Boss. Sorry ya Boss, saya kira Boss gak jadi ikut.”
“Oh gitu. Ya udah Pak Tri, saya ke sana sekarang.”
“Siap Boss, saya tunggu.”

Aku keluar dari tempat kos dengan mobil Innova langsung menuju GOR Kota Pontianak. Setibanya di GOR, aku menelpon Pak Tri untuk memastikan posisinya. Kami pun bertemu dan langsung menuju tempat acara Gerak Jalan. Panitia mengumumkan rute gerak jalan. Pukul tujuh tepat, panitia melepas para peserta gerak jalan di garis start. Keluar dari GOR menuju Jalan Ahmad Yani ke arah Bandara Supadio, berputar di Bunderan Bambu Runcing Untan, melewati depan A. Yani Mega Mall, selanjutnya kembali ke GOR. Pak Tri menyobek tiket peserta untuk nanti dilakukan pengundian pemenang oleh panitia.

Setelah memasuki garis finish, kami bergabung dengan para peserta lain dan mencari tempat yang nyaman untuk menyaksikan acara pengundian hadiah. Acara pengundian hadiah diselingi hiburan lagu-lagu dangdut. Kami pun asyik menikmati alunan merdu suara penyanyi dangdut ibukota propinsi Kalimantan Barat. 

Penonton ....... !!
Digoyang ya .....

Kau tebarkan pesona ke setiap wanita
Tanpa kau sadari kau sudah lanjut usia
Tingkah lakumu bagaikan seorang remaja
Yang ingin dicinta dan selalu mencinta

Kuakui gayamu laksana arjuna
Yang mencari mangsa bila kau melihatnya
Tingkah lakumu bagaikan seorang remaja
yang ingin dicinta dan selalu mencinta
Ho ho ho sya la la .....
Ho ho ho sya la la .....

ABG tua tingkahmu semakin gila
Kau menjerat semua wanita
Wanita yang ada di depan mata
Rayuanmu sungguh mempesona

ABG tua tingkahmu semakin gila
Tak peduli apa yang kau rasa
Tak peduli anak bininya di rumah
Emang engkau penjahat wanita
 
“Ayok Boss, kita pulang,” Tiba-tiba Pak Tri mengajakku pulang. “Jangan pulang dulu Pak Tri. Kita mempunyai peluang yang sama dengan para peserta lain untuk mendapatkan hadiah. Jadi kita tetap di sini menunggu sampai acara pengundiannya selesai.” Pak Tri berpikir sejenak, kemudian mencari tempat yang nyaman untuk mendengarkan pengumuman. Aku terpisah tak begitu jauh dari Pak Tri.

Beberapa saat kemudian, aku tak melihat Pak Tri di tempat semula. Aku mencari-cari, kemana perginya Pak Tri. Rupanya Pak Tri baru turun dari panggung. Aku tadi sedang asyik ngobrol dengan orang di sebelahku sehingga tidak melihat ketika Pak Tri naik ke panggung. “Pak Tri habis dari panggung? Dapat hadiah apa?” tanyaku penasaran. “Iya Boss, Alhamdulillah dapat BB,” jawab Pak Tri dengan nada sedikit kecewa. “Alhamdulillah, trus BB-nya mana?” tanyaku kemudian. “Ternyata nomor undiannya kembar Boss, ada orang lain yang punya nomor undian yang sama dengan nomor undian saya,” Pak Tri menjelaskan. “Tapi nama dan nomor telpon saya sudah dicatat oleh panitia. Saya diminta datang ke Kantor Pontianak Pos, Besok,” katanya penuh harap.

Kami segera meninggalkan GOR untuk kembali ke tempat kos. Aku kirim sms ke Mas Edy, “Mas, Pak Tri dapat Black Berry.” Mas Edy menjawab, “Dibeli aja, Pak.”  Aku kirim sms juga ke Pak Yuliarno, “Pak Tri dapat BB.” Pak Yuli membalas, “Dijual gak?” Sesampainya di tempat kos, aku dan Pak Tri disambut Pak Yuliarno, Mas Edy dan Pak Andjoeni. “Mana handpone-nya Pak Tri?” tanya Pak Andjoeni. “Belum, besok baru bisa diambil hadiahnya,” jawab Pak Tri. Kemudian Pak Tri menceritakan semuanya.

Pak Tri adalah pegawai di Kanwil DJKN Pontianak. Dia tinggal satu kos dengan kami.   Pak Tri menjabat sebagai Kasubbag Kepegawaian di Bagian Umum. Tanggal 1 April tahun ini, Pak Tri akan memasuki masa pensiun. Teman-teman kos menjuluki Pak Tri dengan istilah ABG tua. Tapi dia ABG tua yang hoky, buktinya dia dapat hadiah black berry ketika ikut acara gerak jalan. Kalau melihat kisah Pak Tri, aku teringat kata-kata yang sering diucapkan Kepala Kanwil, “Semua tergantung pada amal dan perbuatan.” Setelah kupikir-pikir dan kurenungkan lagi, ternyata ucapan boss itu ada benarnya juga ya. Tuhan akan memberikan rejeki kepada siapa saja yang dikehendaki. Artinya rejeki itu tidak salah kirim dan tidak pernah salah alamat.

Senin, 18 Februari 2013
Aku sedang rapat dengan Kepala Kanwil dan para Kepala Bidang. Hape-ku bergetar. Sebuah pesan singkat masuk. Aku lihat sekilas, ternyata pesan dari Pak Tri. “BB-nya sudah ada di tangan saya boss.” Aku membacanya sambil senyum-senyum sendiri. Dalam hatiku berkata, “Jadi juga deh gue punya BB baru.”

Malam hari di tempat kos, terjadilah transaksi pemindahtanganan kepemilikan Black Berry. Transaksi antara Aku dan Pak Tri. Antara atasan dan anak buahnya. Transaksi ini dilakukan di hadapan Pejabat Lelong, yaitu Pak Yuliarno dengan disaksikan Mas Edy Rusbiantoro sebagai saksi pertama dan Pak Andjoeni sebagai saksi kedua. Pejabat Lelong membacakan ijab Kabul pemindahtanganan, “Dengan ini saya nyatakan bahwa Black Berry milik Pak Tri Suwarto akan berpindah tangan menjadi milik Pak Guntur Sumitro. Transaksi ini dilakukan di hadapan saya, Pejabat Lelong Kelas Satu  dan disaksikan oleh Saudara Edy Rusbiantoro dan Saudara Andjoeni. Saya nyatakan bahwa transaksi ini telah Sah.” Mas Edy dan Pak Andjoeni bertepuk tangan.

Alhamdulillah, dengan pembacaan ijab kabul Pejabat Lelong tadi, maka sejak saat ini aku punya HP Black Berry. Terimakasih Pak Tri. Aku bersalaman dengan Pak Tri. Kemudian Pak Yuliarno, Mas Edy dan Pak Andjoeni menyalamiku memberi ucapan selamat. Itulah kisah Pak Tri yang sekaligus juga merupakan kisahku mempunyai Black Berry. Pak Yuliarno minta agar pemindahtanganan ini dirayakan. Malam berikutnya kami ke Hotel Kapuas Palace Café untuk merayakan peristiwa bersejarah itu. 

Itulah kisah ABG tua. Istilah ABG tua yang dimaksud di sini bukan berkonotasi negatif tetapi ABG merupakan singkatan dari “Anak Buah Guntur”. 

Pontianak, 10 Juli 2013



Tri Suwarto sebagai ABG Tua


4 komentar:

  1. Very2 inspirating me. Nice story bro. (Ade Salman, jekardahh)

    BalasHapus
  2. wkkkkkk......abg tuA DIMOTOR tUA....SEDANG BERAKSI.....CIAATTTTTTT.....

    BalasHapus
  3. Memang ex ABG tua sering menjadi sebuah ispirasi .... Apalagi ketika kami sedang mengadakan acara perisahan dengan Kakanwil Jateng & DIY di Semarang tiba-tiba dia muncul dengan ciri khasnya "Baju Batik" sambil berkata .."Mantan Boss gue" .... Busyet naik apa dia dari Jakarta.

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By