Breaking News

Senin, 13 Mei 2013

MAGELANG AKU DATANG


Oleh : Mimit

“Bro goen ... Senen ane mo liat blog ente ahh ... PR ente tiga hari ini bikin crita seru kita2 yaaa ...”

  Sonny Surachman Ramli


Itulah isi pesan dari Bro Sonny. Nama lengkapnya adalah Sonny Surachman Ramli. Dia bertugas di Kanwil Bea dan Cukai, Balikpapan.

Waduh, bikin cerita apa ya? Cerita Diklatpim 3 – 49 hampir semuanya seru, kecuali Outbond. Teman-teman bilang outbond itu seru dan asyik, tapi buatku nggak asyik. Loh kok gitu? Ya jelas aja nggak asyik, karena aku kan nggak ikut outbond. Aku belum datang waktu itu.

Diklatpim 3 angkatan 49 dimulai pada hari Senin tanggal 25 Maret 2013. Kegiatan  outbond dilaksanakan pada tanggal 26 dan 27 Maret 2013 di Pondok Remaja Salib Putih, Salatiga.

Aku berangkat hari Rabu 27 Maret 2013 dari Pontianak ke Jogja dengan pesawat Express Air. Dari Adi Sucipto, aku naik Bis Damri ke Magelang. Tarifnya lumayan murah, cuma 35 ribu rupiah aja. Turunnya di Hotel Wisata, Magelang. Terus, dari sini aku naik taksi ke situ, eh maksudnya ke BDK Magelang. Sebelum sampai di BDK Magelang, aku minta Sang Supir Taksi mengantarku ke Warung Kupat Tahu, karena aku sudah lapar. Sebelum ke Warung Kupat Tahu, aku minta Supir Taksi mengantar aku ke ATM, tapi bukannya Anjungan Tunai Mertua.

Tibalah aku di Kampus BDK Magelang. Aku lapor sama Pak Satpam di Pos Satpam. Aku diberitahu daftar kamar. Aku sekamar dengan Isulinda Perangin-angin di kamar D 312. Lalu aku diantar ke petugas piket di Sekretariat untuk lapor kedatangan. Aku  mendapat perlengkapan diklat, yaitu tas hitam dan buku-buku materi diklat.

Ketika tiba di kamar D 312, aku berkenalan dengan Pak Isulinda Perangin-angin. Bukan perkenalan yang sesungguhnya, karena Pak Isulinda dan teman-teman masih mengikuti kegiatan outbond di Salatiga. Aku mengenal Pak Isulinda dari tanda pengenal yang tergeletak di atas meja belajar. Di situ tertulis nama dan terdapat fotonya. Inilah perkenalanku yang pertama dengan salah seorang peserta Diklatpim 3 angkatan 49. Meskipun aku belum bertemu orangnya secara langsung.

Setelah selesai Sholat Djuhur, aku beristirahat di tempat tidur. Kemudian ada petugas kamar dan satpam yang bilang bahwa aku harus pindah kamar. Aku pindah ke kamar D 309. Teman sekamarku adalah Irwan Wahyu B. Inilah perkenalanku yang kedua setelah Pak Isulinda. Meskipun aku belum bertemu dengan orangnya secara langsung. Aku bertanya dalam hati. Belum sempat aku bertemu Pak Isulinda, tapi aku sudah dipindahkan. Mungkin karena namaku Guntur sehingga tidak cocok  digabungkan dengan perangin-angin. Panitia khawatir akan terjadi hujan badai bila dua nama itu digabungkan. Akhirnya aku bisa istirahat di kamar D 309.

Ketika sore tiba, asrama mulai ramai dengan kedatangan teman-teman yang pulang dari kegiatan outbond. Teman sekamarku datang. Aku berkenalan dengan gaya sok akrab, “Irwan ya?” Lalu dia jawab, “Kok tahu?” Aku balas, “Ya tahu dong, kan namanya ada di luar, di samping pintu. Ternyata Irwan itu badannya kurus. Rupanya panitia mempunyai pertimbangan sendiri menggabungkan aku dengan Irwan. Mungkin karena dia kurus, mirip penangkal petir. Sedangkan aku adalah petirnya.   

Irwan itu orangnya biasa aja, nggak seperti iklan parpum, “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Pak Linda”. Seandainya Irwan berusaha menggoda, aku rasa aku juga tak akan tergoda, karena ada pepatah yang mengatakan “Rumput tetangga selalu lebih hijau daripada rumput sendiri” Kayaknya di kamar nggak ada rumput. Sorry, udah mulai ngaco nih.    

Di kamar tetangga, maksudnya kamar D 308 ternyata dihuni oleh Mas Fauzi dan Bang Gauss. Aku belum kenal dengan penghuni kamar sebelah, maklumlah aku kan nggak ikut outbond, jadi nggak kenal nama teman-teman satu persatu, termasuk tetangga sebelah.

Oh iya, ternyata nggak enak datang belakangan. Dan ternyata nggak gampang untuk mengenal dan mengingat nama mereka dalam waktu singkat dan dalam jumlah yang banyak sekaligus. Tapi aku berusaha untuk itu. Aku punya cara dan trik untuk mempermudah mengenal nama teman-teman. Mau tahu nggak?

Caranya adalah dengan bertahap. Kita nggak mungkin bisa langsung hapal nama orang dalam jumlah yang banyak sekaligus. Begini caranya, peserta dari DJKN berjumlah 7 orang termasuk aku. Hanya satu orang saja yang belum aku kenal. Aku tanya pada salah satu temanku yang sudah kukenal. Aku tanya pada Agus tentang teman kita yang bernama Wahyu Nendro.

Aku tanya Satrio, siapa Ketua Kelas dan di mana kamarnya. Ternyata Sang Ketua Kelas bernama Kunto Prasti dari Bea Cukai. Ternyata kamarnya di sebelah kamar Satrio. Aku ketok kamarnya, aku lapor dan memperkenalkan diri. 

Bila dibandingkan sama Irwan, Sang Ketua Kelas kita ini orangnya lebih menggoda. Pantas saja kalau dia, eh maaf maksudnya beliau terpilih sebagai Ketua Kelas. Orangnya gede tinggi, berkulit agak gelap (mungkin beda satu level sama Irwan), berkumis agak tebal (mungkin beda tipis dengan lidahnya), suaranya agak berat (kalo nyanyi pasti bagus, ngebass gitu). Kesan pertama bertemu dengan beliau, agak takut juga. Penampilannya agak angker gitu. Terkesan dingin seperti pohon beringin, kalo badannya sih hampir mirip Bis Malam. 

Bener kata Mas Tukul, Jangan menilai buku hanya dari sampulnya. Artinya kita nggak boleh menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Ternyata Pak Kunto, Sang Ketua Kelas ini orangnya baik dan ramah. Aku diterima dan dilayani  dengan baik. Sepertinya beliau ini sudah terbiasa menerapkan pelayanan prima di kantornya. Meskipun aku nggak ikut dalam proses “Pemilihan Umum Ketua Kelas” tapi aku sangat setuju dan sangat mendukung beliau sebagai Ketua Kelas. Seandainya aku terlibat dalam proses pencalonan beliau, dengan sukarela aku bersedia menjadi Tim Sukses Pak Kunto. Sudahlah bro, pliss deh jangan lebay, faktanya Pak Kunto sudah terpilih menjadi Ketua Kelas yang Sah. (Sebaiknya jangan pakai kata-kata “Bro” dulu). Selain aku memperkenalkan diri kepada Ketua Kelas, aku juga menanyakan tentang Tugas Baca, aku masuk kelompok yang mana. 

Ternyata aku masuk dalam kelompok 3, yang diketuai oleh Mas Irwan yang tak lain adalah teman sekamarku. Selain Irwan, juga ada teman-teman yang lain, diantaranya adalah Mbak Retno, Pak Subur, Pak Yanto, Pak Widodo, Pak Niko, Pak Gauss dan Pak Setiaji. Nah dari kelompok tugas baca inilah aku mengenal teman-temanku yang lain. Mereka ternyata baik dan asyik loh, pokoknya kita saling bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok. Resume Tugas Baca akan diseminarkan pada hari Rabu tanggal 3 April 2013.

Ketika aku sholat Maghrib di Musholla, aku melihat ada salah seorang peserta Diklatpim yang sepertinya wajahnya sudah kukenal. Sebelum sholat dimulai aku dekati dia. Aku tanyakan padanya, "Dari Pontianak ya Mas?" Dia lalu berkata, "Iya, Mas dari mana?" Lalu kubilang, "Saya dari Kanwil DJKN Pontianak." Kemudian dia menanyakan namaku, "Maaf, Mas namanya siapa?" Aku pun menyebutkan namaku, lalu menanyakan namanya. "Saya Heru Susilo." Itulah perkenalanku dengan salah seorang peserta Diklatpim III dari Pontianak. Aku sudah akrab dengan wajahnya, tetapi aku lupa siapa namanya. Karena dia pernah datang ke kantorku dalam acara Coffee Morning.  



Hari ini, Kamis 28 Maret 2013 adalah kegiatan pertama kami masuk kelas. Aku baru pertama ini bertemu dengan semua teman-teman secara formal, meskipun sebelumnya pagi tadi kami sudah melaksanakan kegiatan MFD bersama.

Sebagai peserta yang datang belakangan dan tidak mengikuti outbond, aku diminta memperkenalkan diri di depan kelas. "Assalamualaikum. Selamat pagi teman-teman para peserta Diklatpim III angkatan 49. Perkenalkan nama saya, Guntur Sumitro. Saya bertugas di Kanwil DJKN Kalimantan Barat, yang berkedudukan di Kota Pontianak. Hobby saya adalah menyanyi dan menulis. Silakan baca tulisan saya di blog saya, yaitu : www.gmitoro.blogspot.com. Apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan silakan hubungi teman sekamar saya Irwan di Kamar D 309. Terimakasih."

(unfinished)

Cirebon, 11 Mei 2013

2 komentar:

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By