Breaking News

Selasa, 05 Maret 2013

PENCULIKAN TAK SENGAJA

Oleh : Paqaboe

Ada pepatah yang mengatakan, "Malu bertanya sesat di jalan". Ternyata pepatah ini memang benar dan harus kita patuhi. Tentunya bila kita berada di suatu tempat yang baru atau belum pernah kita datangi. Pokoknya jangan ragu dan tak perlu malu untuk bertanya untuk hal-hal yang kita nggak tahu atau kita belum tahu. Hal ini kita lakukan agar kita tidak tersesat tentunya.

Aku pernah punya pengalaman menarik dan lucu berkaitan dengan hal ini. Tapi bukan aku yang malu untuk bertanya dan bukan aku yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang. Kisah ini dialami oleh tamu Kantor Pusat dari Jakarta. Mau tahu ceritanya? Sabar ya, he he .....

Pengalaman ini baru aku alami sejak aku jadi Kabu di Pontianak bahkan selama aku jadi PNS. Kisah tentang penculikan pegawai kantor pusat oleh suatu lembaga di daerah. Tetapi penculikan yang tidak disengaja alias Missunderstanding dan Misscommunication.

Kamis, 14 Februari 2013  kami kedatangan tamu dari Bagian Kepegawaian Kantor Pusat. Untuk menjaga nama baik, lebih baik dan sebaiknya nama pegawai tersebut kita samarkan saja. Kita sebut saja namanya Togi (bukan nama sebenarnya). Hari itu aku sedang mengikuti ujian di Hotel Kapuas Palace Pontianak. Aku menugaskan dua orang staf Bagian Umum untuk menjemput Mas Togi. Singkat kata singkat cerita Mas Togi tiba di kantor kami setelah dijemput dari bandara dan bekerja melaksanakan tugas dan misinya.

Siang hari Mas Togi makan siang bersama staf saya namanya Pak Tri. Tadi pagi juga Pak Tri jemput Mas Togi ke Bandara Supadio. Saya nggak bisa ikut makan bareng sama Mas Togi dan Pak Tri karena selesai ujian saya dapat jatah makan siang di Hotel Kapuas Palace.

Sore harinya Mas Togi kami antarkan ke Hotel Gajah Mada yang terletak di jalan Gajah Mada Pontianak. Jalan Gajah Mada adalah Malioboro-nya Kota Pontianak. Pada malam pergantian tahun baru China dan perayaan Cap Go Meh jalan ini sangat meriah dengan hiruk pikuk kembang api yang dilontarkan ke langit Kota Pontianak. Loh kok malah cerita kembang api. Oke kita kembali ke kisah awal yaitu tentang penculikan. Akhirnya Mas Togi kami simpan di hotel untuk beristribanyak ups salah, maksudnya untuk beristirahat sejenak meluruskan kaki dan meluruskan anggota tubuh lainnya yang sekiranya perlu diluruskan.

Malam harinya, kira-kira jam setengah delapan malam, aku dan Pak Tri menjemput Mas Togi untuk makan malam dan jalan-jalan menikmati suasana Kota Pontianak tepat seminggu setelah perayaan Tahun Baru Imlek. Aku tiba di Hotel Gajah Mada dan menelpon Mas Togi melalui telpon di resepsionis ke kamar 410. "Halo Mas Togi, selamat malam. Ayo kita makan malam, saya tunggu di lobby ya. makasih," ucapku kepada Mas Togi. "Oke Pak, Siap. Saya segera turun." begitu jawab Mas Togi.

Ternyata, menunggu itu memang sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku. Saat ku harus bersabar dan terus bersabar menanti kemunculan Mas Togi. Aku dan Pak Tri terlalu lama menunggu kehadiran Mas Togi. Tapi yang ditunggu-tunggu gak kunjung kelihatan batang hidungnya. Aku bertanya dalam hati, "Ada apa denganmu? Ada apa dengan Cinta eh salah, ada apa dengan Mas Togi?"

Untuk memastikan yang sesungguhnya dan yang sebenarnya terjadi, aku minta Pak Tri untuk menelpon lagi melalui telpon resepsionis. "Nggak diangkat Pak," kata Pak Tri dengan mimik wajah kecewa. Akhirnya aku kirim pesan pendek yang isinya begini, "Mas Togi, ayo kita makan. Saya tunggu di Lobby sekarang". Selanjutnya hape-ku berbunyi, "Cuwiyut". Ternyata jawaban SMS dari Mas Togi. Bunyinya begini, "Maaf Pak, saya sedang di luar. Saya diculik Pak."

Karena panik, aku langsung telpon Mas Togi. "Mas Togi di mana? Serius!! Diculik siapa? Mas Togi nggak  bercanda kan?" tanyaku kebingungan.

"Saya sekarang sudah di depan Hotel, Pak. Pokoknya lucu, nanti saya ceritakan." Tiba-tiba Mas Togi muncul dari pintu masuk Lobby hotel dengan menunjukkan senyum yang tertahan.     

(Waduh lupa absen deh, hm bisa kena potong nih TC-nya)

Aku bingung melihat Mas Togi muncul dari pintu masuk hotel. Aku memastikan kalau dia baik-baik saja. Soalnya kalau sampai terjadi apa-apa sama dia, mau ditaruh di mana mukaku ini dan hancurlah nama baikku sebagai seorang Kabu. Syukurlah ternyata Togi baik-baik saja.

Akhirnya Togi bercerita tentang kejadian yang baru saja dialaminya tetapi nggak sampai merenggut nyawanya apalagi kesuciannya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By