Breaking News

Senin, 25 Maret 2013

MENULIS NGGAK HARUS BANYAK

Oleh : Guntur Sumitro

Siapa bilang menulis itu harus banyak. Tapi ukuran banyak atau sedikit itu kan relatif. Mungkin bukan banyak dalam arti yang berlembar-lembar atau bertele-tele yang malah bisa bikin bosan orang yang membacanya, tetapi banyak dalam artian lebih detail atau rinci dalam menceritakan tokoh maupun suatu kejadian.

Tetapi pertanyaannya, apakah menulis itu harus banyak? Jawabannya mungkin bisa bervariasi tergantung pada penulisnya. Sebetulnya menulis itu adalah menyampaikan pesan penulis kepada pembaca. Jadi yang terpenting adalah menyampaikan pesan kepada pembaca sehingga apa yang diinginkan penulis bisa sampai kepada pembacanya.

Saya ngobrol-ngobrol sama teman saya di sela-sela waktu rapat. Saya tanya teman saya, "sudah buka blog saya belum?" Lalu dia jawab, "Apa sih pak, nama blognya?" Setelah aku beritahu alamatnya dia langsung membuka blog saya melalui ponsel cerdasnya. Setelah itu dia membacanya, beberapa saat kemudian dia tersenyum. Teman saya itu memang begitu, senyumnya sedikit sekali. Saya menyebutnya dengan Senyumnya pelit. Lalu saya tanya, "Kenapa tersenyum. Tulisan saya kan serius, lalu dimana letak lucunya?" Kemudian dia menjelaskan bahwa tulisan saya itu bagus, senyum itu bukan berarti harus lucu. Saya agak terhibur juga mendengar penuturannya. Semoga saja dia jujur. 

Lalu teman saya bercerita kalau dia juga sebetulnya suka menulis. Katanya kalau saya lagi gak sibuk biasanya saya menulis dan mengedit foto. Tetapi sudah lama sekali saya nggak menulis. Penyebabnya adalah kesibukan pekerjaan kantor yang menyita banyak waktu dan pikiran. Lalu dia berjanji kalau nanti sudah nggak sibuk lagi dan volume pekerjaan sudah berkurang, dia akan mulai menulis lagi. Saya senang juga mendengar pengakuannya. Artinya dia mempunyai jiwa penulis sama seperti saya.

Dia bercerita bahwa kalau dia menulis itu tulisannya banyak dan ceritanya panjang. Tapi saya tidak tahu yang dia maksud panjang itu dari banyaknya kalimat, jumlah halaman atau hal-hal yang lainnya. Lalu dia berkata begini, "Kalau saya nulis itu panjang pak, ceritanya banyak. Kalau Pak Guntur nulis pasti isinya sedikit." Saya sih senyum-senyum saja. Padahal saya belum pernah lihat tulisan dia satu pun. Tapi yang penting saya memacu dia untuk mulai menulis lagi dan untuk tetap menulis. Mungkin kalau dia punya asumsi bahwa menulis itu harus banyak, menulis itu harus panjang. Sementara untuk saat ini dia tidak tahu apa yang harus ditulis, dia akan mendapat kesulitan untuk memulai. Karena dia akan terbatasi oleh asumsi-asumsi yang dibuatnya sendiri. Batasan yang ada dalam pikirannya.

Itulah anggapan yang salah, kalau menulis itu harus banyak dan menulis itu harus panjang. Menulis itu ya menulis, boleh panjang atau pendek sesuai dengan keperluannya. Sesuai dengan kepentingannya. Lebih baik pendek tapi mempunyai arti daripada panjang tapi tak berarti sama sekali. Sekali lagi lebih baik menulis dari pada tidak sama sekali. Lebih baik berbuat meskipun sedikit daripada tidak berbuat apa-apa.

Akhirnya teman saya berjanji untuk mulai menulis. Dan saya catat janjinya tersebut. Mudah-mudahan dia punya waktu lagi untuk bisa menyalurkan hobinya. Semoga saja dia bisa menepati janjinya pada saya dan pada dirinya sendiri tanpa harus mencari-cari alasan.

Pontianak, 25 Maret 2013     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By