Breaking News

Selasa, 08 Januari 2013

SEMINGGU DI PONTIANAK

Tanggal 1 Januari aku berangkat dari Cirebon menuju Jakarta dengan menggunakan kereta Cirebon Ekspres yang harganya Rp. 170.000,00. Naik kereta api tut tut tut .... siapa hendak turut ... ke Jakarta ke Stasiun Gambir.

Di Stasiun Gambir aku bertemu dengan teman waktu sama-sama di Kantor Cirebon, namanya Pak Samsul Alam. Aku dan Pak Alam, menumpang Bis Damri menuju Bandara Soekarno Hatta. Aku dan Pak Alam naik pesawat Lion Air untuk tujuan yang berbeda. Aku ke Pontianak sedangkan Pak Alam ke Denpasar. Aku turun di terminal 1B. Pak Alam turun di terminal 3.

Setelah melakukan boarding pass dan membayar Airport Tax, aku menuju ruang tunggu di B4. Aku bertemu dengan Pak Yuliarno, Kepala Seksi di Bidang Penilaian Kanwil XI DJKN Pontianak. Pak Yuli naik pesawat Sriwijaya Air. Waktu mau masuk ke kabin pesawat, aku bertemu dengan Pak Nanda, lengkapnya Pak Widya Sananda, Kepala Bidang Lelang Kanwil XI DJKN Pontianak.

Tiba di Bandara Supadio jam Sembilan (malam) kurang lima belas menit. Aku dijemput Mas Casrudin, Kepala Seksi di Bidang Lelang Kanwil XI DJKN Pontianak dan Mas Casrudin menuju ke Kantor Kanwil Pontianak untuk mengambil kunci kamar kos yang dititipkan ke salah seorang staf Bagian Umum, namanya Marwandi Sinaga.

Setelah dari Gedung Kanwil, kami menuju Rumah Dinas Pak Kakanwil XI DJKN Pontianak. Ketika tiba di depan rumah beliau, aku telpon Pak Kakanwil namun tidak ada jawaban. Mungkin Pak Kakanwil sudah tidur. Kami segera mencari makan malam. Aku sudah sangat lapar sekali sejak jam 6 sore. Aku sempat membeli Biskuit Oreo yang harganya sepuluh ribu dan Minuman teh dalam botol plastik yang harganya juga sepuluh ribu.Makanan dan minuman tersebut dijual di atas pesawat dalam penerbangan menuju Pontianak, tapi yang jualan bukan pedagang asongan seperti kita naik bis kota. 

Makan malamnya di Warung Nasi Goreng Anwar dekat Toko Roti Kaisar. Setelah selesai makan malam, aku diantar ke tempat kos. Aku satu kos dengan Pak Nanda dan Pak Yuliarno. Aku ditempatkan dalam kamar kos sementara yang tak ber-AC, tak berkipas angin, tak berjendela. Bisa dibayangkan betapa nggak nyamannya aku. Nyamuknya cuma satu tapi temannya ya ampuuun satu kos datang semua menemani malam pertamaku di tempat kos.

Tanggal 2 Januari
Pagi hari, Aku dan Pak Yuliarno ke rumah Pak Kakanwil dengan membawa nasi uduk dengan taburan ikan teri yang dibeli di tepi jalan. Tiba di rumah dinas Pak Kakanwil, kami berbincang-bincang dengan topik Bincang Pagi dengan Pak Kakanwil. Ternyata beliau belum kenal sama aku. Kalo aku sih sudah kenal beliau.

Aku dan Pak Yuliarno ke Gedung Kanwil yang terletak di Jalan Sutoyo No. 122. Aku nggak hapal betul alamat kantornya, tapi bisa aku lihat dari Kop Surat di Kantor. Sesamoainya di Kantor, aku bagaikan orang ilang. Gak tahu harus ke mana. Karena aku belum resmi jadi Kabu karena belum serah terima jabatan dengan Kabu yang sekarang.

Siang harinya aku mengikuti acara Pisah Sambut Pejabat Eselon 3 dan Serah Terima Jabatan. Dalam kesempatan ini, aku menyumbangkan suaraku dengan bernyanyi lagu Aishiteru dengan ancur seancur-ancurnya karena aku gak hapal liriknya, meski sudah lihat catatan di ponsel. Tapi kalo soal suara sih yah masih dibilang lumayan lah.Sambutan dari teman-teman di sini cukup baik kurasa.

Dalam acara pisah sambut yang dihadiri oleh seluruh pegawai Kanwil, aku baru tahu ternyata banyak juga orang-orang yang sudah aku kenal, diantaranya adalah Pak Kusmartono alias Pak Kus, Mas Suryo Hartono alias Suryo, Mas Hendrawan alias Didith, dan lain-lain.

*****
AISHITERU
Song by Zivilia

Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat kuharus bersabar dan trus bersabar
Menantikan kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus menunggu
Sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
Hidup dalam kesendirian sepi tanpamu
Kadang kuberpikir cari penggantimu
Saat kau jauh di sana

Reff :

Walau raga kita terpisah jauh namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu dan rasakan a a a aku.
Kekuatan cinta kita tak kan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini pada ketulusan
A a ai ai aishiteru

Gelisah sesaat saja tiada kabarmu kucuriga
Entah penantianku tak kan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan
Saat kau jauh di sana rasa cemburu
Merasuk ke dalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan

kembali ke Reff

Saat kusendiri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai di sini
Dan buktikan pengorbanan cintamu untukku
Kumohon kau kembali

Pontianak, 8 Januari 2013
 
http://www.youtube.com/watch?v=mNbAEdeU7i0  

2 komentar:

  1. Ternyata Pak Nanda di sana ya, Pak. Salam yah....mudah-mudahan beliau masih ingat wiwin tea.

    BalasHapus
  2. Pak Nanda masih ingat banget sama Wiwin

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By