Breaking News

Selasa, 08 Januari 2013

RODIS PONTIANAK

Pagi ini, aku dan beberapa teman kosku sarapan dengan Rodis. Apa itu Rodis dan bagaimana kisahnya? Silakan simak ceritanya berikut ini.

Sejak kedatanganku di Kota Pontianak, aku sudah sering mendengar kata-kata Rodis. Aku begitu penasaran dibuatnya. Selain itu, di kamar kosku ada lemari pakaian yang dicoreti dengan kapur ajaib, ya kapur pengusir semut dan kecoa. Aku jadi tambah penasaran. Kenapa sih kok lemari pakaiannya dicorat-coret segala pakai kapur. Aku pikir itu hanya perbuatan iseng penyewa kamar kos sebelumnya. Aku tanya sama teman-teman yang lain.

Kata teman-teman, mereka suka sama-sama keluar malam-malam untuk membeli Rodis. Biasanya mereka keluar kos sekitar jam delapan malam lewat sedikit. Mereka pergi ke Toko Kaisar, semacam toko swalayan namun barang-barang yang dijual lumayan lengkap. Selain itu, di samping Toko Swalayan Kaisar terdapat pula Toko Roti dan Kue Kaisar. Namanya memang sama dengan toko swalayan di sebelahnya, karena pemiliknya sama.

Menurut teman-teman, mereka harus memilih dulu roti yang akan mereka beli untuk dibawa pulang ke tempat kos. Setelah selesai memilih segala jenis roti, prosedur berikutnya adalah menunggu waktu dimulainya pembayaran. Pembayaran dimulai tepat jam sembilan malam. Waktu yang digunakan adalah jam dinding yang terpasang di dinding toko. Kita tidak perlu mengantri sambil membawa piring besar yang berisi Rodis tadi. Cukup salah seorang teman saja yang mengantri dalam barisan antrian di depan kasir, sedangkan seorang teman lainnya menunggu Rodis yang diletakkan di suatu tempat supaya tidak hilang atau lenyap oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Bila teman yang mengantri sudah sampai di depan kasir, maka teman yang menjaga Rodis menyerahkan kepada teman yang mengantri untuk kemudian dihitung dan dilakukan pembayaran. Memang begitulah SOP-nya.

Bila waktu belum menunjukkan pukul sembilan malam, maka pembayaran belum bisa dilakukan. Nah disinilah asyiknya saat-saat menunggu. Ada yang mengisi waktu sambil sms-an atau sambil BBM-an dengan  temannya, dengan kekasihnya, sama kelurganya. Pokoknya kegiatan yang bisa mereka lakukan untuk menunggu jam sembilan malam.

Ting tung ting tung ..... tong teng teng tong ....
Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam di Toko Roti Kaisar, bagi para pengunjung yang telah memilih Rodis dipersilakan untuk melakukan pembayaran di Kasir Dua, terimakasih. Sebenarnya tidak ada pengumuman resmi seperti di Bioskop 21, maaf ini hanya imajinasi penulis saja.

Satu per satu pengunjung melakukan pembayaran. Kasirnya jutek dengan wajah yang tidak bersahabat sama sekali. Mungkin dia sebel banget melihat begitu panjangnya antrian. Tapi ya mau bagaimana lagi, itu kan sudah menjadi tugasnya.

Tibalah giliran kami. Seorang teman yang ikut dalam barisan antrian sudah tiba di depan kasir. Rodis kami serahkan untuk dihitung dan dibayar, lalu dibawa pulang.

Kami memang sengaja membeli Rodis dalam jumlah banyak buat sarapan besok. Sampai di tempat kos kami menikmati Rodis. Sebagian lagi buat sarapan besok. Ternyata enak juga loh Rodis. O iya buat teman-teman yang berkunjung ke Pontianak, bisa menikmati asyiknya suasana mengantri Rodis.

O iya, yang dimaksud Rodis adalah Roti Diskon yang dijual malam-malam saat Toko Roti sudah mau tutup. Daripada tidak laku, akhirnya harganya diturunkan alias didiskon. Karena harganya didiskon, makanya kami sebut dengan Rodis alias Roti Diskon.

Pontianak, 9 Januari 2013
ditulis oleh : Guntur Sumitro

Para Pengantri Rodis

Roti Yang Siap Dibayar
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By