Breaking News

Sabtu, 06 Oktober 2012

HAPPY BIRTHDAY MBAK MUNG

Oleh : Goen Mitoro

Pada tanggal 6 Oktober 1967, lahirlah anak ketiga bapak dan ibu. Kami memanggilnya mbak Mung. Nama lengkap pemberian bapak adalah Murbiati Triwulandari. Mbak Mung lahir di Jogjakarta, tempat kelahiran dan kampung halaman ibu. Mbak Mung mempunyai karakter berani, luwes dan senang bergaul. Komunikasinya bagus. Cepat dan gampang akrab dengan siapapun, sehingga teman-temannya banyak, baik di sekolah maupun di sekitar tempat tinggal kami. Dia tidak senang, berlama-lama berada di rumah.

Waktu kecil kami -mbak Mung, aku dan adikku- selalu bersama-sama. Karena kakakku, anak sulung bapak -mas Heru-  tinggal di kampung halaman bapak bersama mbah. Sedangkan mbak Puji, kakak nomor dua masuk sekolahnya pagi di SD Halimun. Mbak Mung, aku dan adikku bersekolah di SD Negeri Lapangan Kori. Sekolahnya dekat dengan rumah kami. Kami cukup berjalan kaki menuju sekolah.

Mbak Mung dan aku terpaut usia tiga tahun. Sedangkan aku dan adikku terpaut usia dua tahun. Saat aku duduk di kelas tiga sekolah dasar, mbak Mung duduk di kelas enam, sedangkan adikku di kelas satu. Ketika lulus dari sekolah dasar mbak Mung masuk satu sekolah dengan kakakku, mbak Puji. Mereka berdua sama-sama kelas satu SMP, dalam satu angkatan yang sama tetapi beda kelas. Mbak Mung cepat akrab dan mudah bergaul dengan teman-teman barunya. Sedangkan mbak Puji mempunyai sifat pendiam dan pemalu.

Ketika lulus SMP, kedua kakak perempuanku itu masuk ke SMA yang sama, yang letaknya dekat dengan kantor Bapak. Ketika masih duduk di Sekolah Dasar, bapak memasukkan kedua kakak perempuanku ke sanggar tari jawa klasik. Bapak ingin kedua putrinya belajar menari. Bapak ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Beberapa tarian yang diajarkan diantaranya adalah Tari Bedoyo, Tari Ramtoyo, Tari Gambyong, Tari Gambir Anom, Tari Bondan dan Tari Golek Cluntang. Mereka mengikuti latihan menari setiap hari Minggu sore di Gelanggang Remaja Kuningan, Jakarta Selatan.

Mbang Mung nampak lebih luwes dibandingkan dengan mbak Puji. Kadang mereka hanya tampil berdua menarikan sebuah Tarian Jawa Klasik. Bila ada acara arisan keluarga besar bapakku, biasanya kedua kakakku tampil menari bersama saudara-saudara yang lain dengan tarian yang berbeda. Mereka juga pernah menari bersama dengan sanggar tarinya di Anjungan Daerah Istimewa Jogjakarta, Taman Mini Indonesia Indah. Bapak dan ibuku menyaksikan mereka dengan rasa bangga.

Mereka berdua bagaikan anak kembar. Mbak Mung dan mbak Puji usianya hanya terpaut dua tahun. Karena mbak puji pernah tidak naik kelas sewaktu duduk di sekolah dasar, sehingga mereka seperti anak kembar. Ibu selalu membelikan pakaian yang sama untuk mereka.

Hari ini adalah hari ulang tahun mbak Mung. Aku tidak bisa memberikan apa-apa selain tulisan ini. Semoga kenangan masa kecil kami akan selalu abadi. Selamat  Ulang Tahun buat mbak Mung, Semoga selalu sehat wal'afiat. Semoga bisa selalu mendampingi dan mengantarkan kedua putrinya menggapai masa depan yang gemilang. Amin Ya Robbal Alamin.



HAPPY BIRTHDAY MBAK MUNG

Cirebon, 6 Oktober 2012
Goen   

1 komentar:

  1. Pertaman, saya yakin, tulisan ini akan menjadi hadiah ulang tahun terindah yang tak akan terlupakan oleh mbak Mung. Satu cermin kebanggaan yang nyata dari seorang adik kepada kakaknya.

    Kedua, ternyata darah seni itu sudah mengalir begitu kental di keluarga Mas Goen. Satu anugerah yang tak boleh disia-siakan, mas Goen punya kemampuan menulis yang (menurut saya pribadi)hebat dan memiliki ciri khas yang konsisten.

    BalasHapus

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By