Breaking News

Rabu, 03 Oktober 2012

TESTIMONI BAJU KORPRI


Berikut ini beberapa Testimoni untuk Cerpen BAJU KORPRI BAPAK



Membacanya, perlahan ada rasa yang menyesak di dada. Tapi dua alinea terakhir pandangan mataku jadi kabur. Terhalang genangan yang ada di kelopak mata. Dia pasti bangga sama mas goen. Semoga bapak damai di haribaanNya. Amin. (Munawar M. Syafi’i)

Terharu saya membacanya, ayahku juga meninggal sebelum melihat saya wisuda S2, padahal ayah telah mempersiapkan baju batik untuk pergi ke wisuda, sebelum wisuda ayahku sakit, setelah ayahku meninggal dunia, saya baru diwisuda kalo ingat air mata saya berderai, karena beliau yang mendaftarkan saya ikut program S2. Ayahku ingin aku berhasil karena saya satu-satunya perempuan di rumah, terimakasih sudah memberikan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi saya.
(Harningsih)

hhhmmm jadi sedikit menitikkan airmata.....ingat Bapakku juga..... hehehe. Tengkyuuuuu yaaaa..... (Annisa Nuryati)

Sudah baca ... bagus ... soal IP, Palembang kan ... he he ... (M. Syukur)

Hebat ya, ternyata punya bakat jadi penulis (Jamiatun)

Udah dibaca omm. Sediihhh :’( ..... #Eka Hasanah.

Ada rasa haru saat membacanya  ..... bahkan air mata hampir menitik dibuatnya. Dan yang tidak kalah penting, sepertinya aku mendapatkan peran di dalamnya.  (Indah Sulfarini)

Cerpennya bagus. Kisah seorang anak yang menyenangkan hati orangtuanya. (Hendrik Parlindungan)

Terharu setelah selesai membacanya. Kenangan indah dan kehilangan orang yang kita cinta dan sayang akan selalu tersimpan. Lebih abadi bila ditulis seperti ini. Syahdu membawa ingatanku melompat ke masa lalu. (Menning Alamsyah)

Jadi inget almarhum ayah kami goen. (Leni Iryan)

Bagus banget tulisan “Baju Korpri Bapak” semua pasti suka! Segala rasa tercipta setelah membaca ini (Nagiga Nur Ayati)

Love You, Dad ....., Thank U Bro ... (Dian Erdianto) 

Jadi inget bapak mas ..... pengen nangis (Imam Dairoby)

Membacanya, menghadirkan rasa sesak di dada. Ikut merasakan bangga, senang, haru dan entahlah. Tentu jadi moment yang selalu segar dalam ingatan ya, mas goen (Aang M. Muhammad)

Teringat aku akan bapakku yang selalu memberikan aku semangat untuk terus melangkah menyambut keras dan ketatnya persaingan. (Mohammad Muzayyin)

Bagus. Aku jadi ingat masa-masa kita kumpul dulu, kamu pernah cerita mengenai Baju Korpri tersebut. Kembangkan terus bakatmu, sukses selalu ya ..... (Anna Kamilasari)

Bagus mas cerpennya. Natural. Saya masih memiliki ayah, tapi rasanya masih banyak yang belum saya perbuat untuk beliau. (Yuliadi Purawibawa)

Saya sudah baca blogmu barusan. Sedih euy ..., Hiks ...,hiks ..., Dibikin film seru tuch (Ade Salman) 

Alhamdulillaah. Selamat atas terbitnya cerpen tersebut, insyaAllah tambah berkah ... Amin YRA (Arief Tri Bintoro - Bank Mandiri Malang)

Aku jadi teringat orangtua di rumah. Setelah nikah aku lama ga pulang ke rumah. Habis married aku langsung misah. Aku kangen sama mereka (Hendra Permana)

Saya sedih membaca tulisan pak goen. Air mata saya mau berontak keluar, tapi saya malu karena ada pelanggan. Saya bisa merasakan apa yang pak goen rasakan. Seolah-olah saya ada dalam cerita tersebut. (Ahmad Zainur Ashofa)


Sangat mengharukan. Jangankan kehilangan bapak, kehilangan sahabat saja sudah sangat menyesakkan :(      (Risma Purnama Aruan)

Malah jadi teringat ibu, ada janji yang belum terlaksanakan... Semoga diberi kemampuan dan kekuatan untuk melaksanakannya, Aamiiin. (Wisratno Eko Wibowo)

Sebelum baca nyiapkan tissue, saputangan dan handuk. Semuanya basah. Iya euy, mengingatkan aku pada almarhum bapakku yang meninggal ketika aku kelas 2 SMA. Bagus Tulisannya. Lanjutkan. Tapi jangan lupa juga nulis tesisnya. (Rustami)

Cerpennya bagus banget pak. Semoga cerpen-cerpennya nambah terus pak (Ismet Muliawan)

Seperti saya baca punya Dewi Lestari. Ceritanya bagus, mengalir. Hebat pak Goen (Domas Meida)

Pokoknya keren banget deh! Terus menulis, terus berkarya. Sukses selalu buat pak Goen (Nurdiansyah)

Cara penulisannya menarik. Nggak bisa ngomong lagi deh!! (Asep Atang)

Anggie sudah baca cerpennya. Isinya sangat bagus dan Anggie suka. Ceritanya sedih, tapi Anggie gak nangis kok Om, he he he ..... (Anggie Dyah Pratiwi)


Ga nyangka bisa menulis sebagus ini. Bisa membuat saya tertawa saat mencoba Baju Korpri, namun membuat saya jadi ingat bapak yang baru saja pergi untuk selamanya. Saya tak mungkin menangis di hadapan orang-orang karena saya membaca cerpen ini di rumah makan. Tapi hati saya menangis. Saya ingin cepat pulang, ingin segera ke makam bapak. Banyak sekali yang ingin saya perbuat untuk bapak (Tamurih Azfar)
 
Luar biasa cerpennya. Nyesel rasanya baru sempat baca, kenapa ga dari kemarin-kemarin. Terimakasih pak goen. Mudah-mudahan dengan cerpen ini, kami semua masih bisa dan sempat membahagiakan ayah/orangtua kami yang masih hidup, amiin ya Allah. Nyesel telat bacanya .....#Cry. Bravo pak goen. Semangat terus bikin cerpennya. (Andi Ridha Mulya)

Terharu sekali. Saya hampir menitikkan air mata tapi nggak jadi karena tissunya kurang. Cerpennya bagus, gak kalah sama penulis yang sudah terkenal. (Gunawan)

aq bangga punya temen kyk om goen ... om goentoer tetep semangat yaa ... biar ayahanda om goen bangga di alam sana ... aamiiin (Risang Hanung Hascarya)


Sangat terharu ..... (Wiga Yuniasari)

Keren, tapi juga bikin terharu (Bima Dwi Fakhri)

Bagus, Pakde Heru jadi pengen nangis (Heru Sumitro)

Terharu, kesan yang tak terlupakan (Pakde Sarjono)

Baju Korpri Bapak benar-benar penyemangat bagi saya. Waktu itu saya lebih memilih berwiraswasta karena pengangkatan CPNS kan banyak lika-likunya. Saya mulai karir PNS, dari Sukwan 1 tahun di SD dan 1 tahun di kelurahan. Saya kira S1 saya akan lama lakunya. Ternyata setelah 3 tahun lulus kuliah saya baru bisa jadi CPNS. Sekarang saya sudah lulus S2. Mimpi saya satu lagi adalah S3, kapan yah? Semua pasti terharu kalau ingat kesabaran dan ketabahan orangtua kita saat beliau menjadi PNS jaman dulu (Abdul Mubarok)



Ceritanya mengalir..........tapi bisa menyentuh perasaan.....seakan-akan kita ikut terlibat di dalamnya........ selamat buat Goen, setidaknya bisa menjadi kebanggaan orangtua. (Ilma Diana)


Kalau aku teringat akan orangtuaku yang kucintai, dimana kisah ini mengingatkan  dengan perjuangan memelihara dan membesarkannya serta doa orangtua akhirnya bisa  berhasil. Ok .... sukses ya Goen (Laesintje Wilar) 
 
Memang sangat mengharukan. Hal ini mengingatkan saya pada ayah saya yang sudah berpulang ke pangkuan-Nya pada 34 tahun silam. Buat pak Goen, marilah kita berjuang mengarungi hidup ini ke depan sesuai harapan orangtua kita ... dan semoga sukses !! (Iskandar Zulkarnaen - Sidamulya, Cirebon)

Begitu indah dan mengharukan. Karena mengagungkan kedua orangtua. Saat itulah memetik hasilnya. Semoga anak-anakku seperti pak Goen, aamiiin. (Yuyun Rahimah)

Begitu baca, air mata sudah tak terbendung lagi, ga sadar. Teman-teman di ruangan pada heran dan bertanya, ada apa bu? (Suhartini)

Kisahnya sungguh mengharu biru ..... (Endang Kurniawati)

Ceritanya sedih banget, sampe nangis nih. Bahagia rasanya melihat baju korpri Bapak dipake. Jarang ada loh peristiwa spt itu. (Kusmayanti) 

Membaca cerita Baju Korpri Bapak, saya begitu terharu. Ada peran kecil namun sangat besar dalam cerita tersebut yaitu peran Ibu yang berkorban sampai larut malam untuk mengecilkan lengan sehingga pas dipakai pak Goen. Kesimpulannya bahwa kedua orangtua berperan demi anaknya. Tak 'kan pernah terlupakan dalam hidup kita (Hadi Kusuma)

Terharu saya Pak. Semoga dapat menginspirasi untuk menjadi anak yang lebih dapat membahagiakan orangtua. Amin. (Faisal Aditya)

Bagus. Sangat menyentuh dan menginspirasi. (Redia Yosianto)

Aku udah baca Baju Korpri Bapak. Endingnya bikin haru. Jadi ingat papaku. Baca cerpen ini bikin aku ingat beliau.    Aku agak enggan baca, takut sedih. Dan benar saja! (Nando - Penulis buku Beautiful Boy)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By