Breaking News

Jumat, 28 September 2012

IBUKU OJEK PRIBADIKU

Bel sekolah telah berbunyi. Waktu menunjukkan pukul 15.00 WIB. Saatnya pulang sekolah. Semua murid bergegas menuju jemputannya masing-masing, termasuk aku yang menghampiri ibu.

“Ayo bu kita pulang” ajak Anggie. “Iya nak, kita tunggu angkot di sini saja” jawab ibu. Aku dan ibu menunggu angkot di tempat yang teduh. 1 menit, 2 menit sampai 5 menit lamanya, angkot yang kami tunggu tak kunjung datang. Aku dan ibu sampai  lelah dan bosan menunggu. “Kita naik ojek saja yuk bu” rengek Anggie. Karena Ibu nampak lelah, Ibu setuju. 

Sesampainya di rumah, Anggie bercerita kepada ayahnya. “Ayah, kapan ibu punya motor sendiri? Sehingga kami tak perlu menunggu angkot” pinta Anggie. “Nanti kalau ayah sudah punya uang pasti akan ayah belikan,” jawab ayah.  

Beberapa bulan kemudian, ayah membelikan ibu motor matic berwarna merah. Ibu sangat senang, begitu juga aku. Ibu belajar mengendarai sepeda motor dengan penuh semangat. Ayah mengajari ibu mengendarai sepeda motor di lapangan.

Sekarang ibu sudah bisa mengendarai sepeda motor. Meski belum begitu lancar, tapi ibu sudah berani mengantar dan menjemput aku berangkat dan pulang dari sekolah. Semangat ibu sungguh luar biasa. Demi anak tercinta, ibu memberanikan diri untuk mengantar dan menjemput aku pergi ke sekolah.

Suatu hari ketika pulang sekolah, ibu menabrak gerobak tukang cendol. Gerobaknya terbalik. Dagangannya tumpah semua. Ibu pun mengalami luka ringan pada bagian kaki dan tangannya. Sedangkan aku tidak mengalami luka sedikitpun.  Setelah dibawa pulang ke rumah, bapak mengganti semua kerugian tukang cendol.

Bapak bertanya kepada ibu “Trauma tidak bu dengan kejadian ini?” tanya bapak. Dengan lantang ibu menjawab “Tidak, demi anak-anakku”.

Setelah luka ibu sembuh, ibu belajar dan belajar lagi. Sampai akhirnya bisa dan lancar. Sampai sekarang ibu mengantar dan menjemput aku dan adikku. Betapa senangnya aku karena tidak perlu menunggu angkot lagi. Sampai ibuku mempunyai julukan untuk dirinya ‘Ojek Pribadi Kedua Putrinya’


ditulis oleh :
Anggie Dyah Pratiwi
Kelas 6 Mekkah 1
SDIT Bina Insan Kamil
Sukmajaya Depok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By