Breaking News

Jumat, 20 Juli 2012

TERIMAKASIH DALAM SEMANGKUK BUBUR


Oleh : Goen Mitoro

Pagi ini saya mengajak Ujang, teman saya, untuk menemani saya sarapan pagi.  “Ayo jang kita sarapan bubur ayam”, ajak saya. “Iya pak, sebentar saya taruh tas dulu ya”, jawab Ujang. Saya dan Ujang pergi menuju tempat pedagang bubur ayam yang lokasinya tak jauh dari kantor kami. Kami berbincang-bincang sambil menikmati semangkuk bubur ayam dan menikmati pagi yang segar.

Setelah selesai, kami pun kembali menuju kantor. Dalam perjalanan, Ujang mengucapkan “Terimakasih, pak”. Lalu saya balas, “Sama-sama”. Kemudian Ujang bertanya, “Kenapa dibalasnya dengan sama-sama pak?”.

Saya jelaskan kepada Ujang bahwa ucapan terimakasih itu adalah ucapan dua arah. Ucapan timbal balik. Kalau orang lain berterimakasih kepada kita, maka kita pun harus berterimakasih juga kepada orang itu.

“Maksudnya gimana pak?” tanya Ujang selanjutnya. Lalu saya jelaskan lagi, “Ujang berterimakasih sama saya karena sudah saya traktir sarapan. Saya juga berterimakasih sama Ujang karena sudah menemani saya sarapan.”

Kalau kita berbuat baik kepada orang lain, sesungguhnya kebaikan itu akan kembali kepada kita. Apabila orang mengucapkan terimakasih atas kebaikan kita, maka kita juga harus berterimakasih kepada orang itu. Karena orang itu telah memberikan kepada kita kesempatan untuk berbuat baik.

Mudah-mudahan perbuatan baik yang kita lakukan akan mendapat balasan dari Yang Maha Pemurah dan Maha Pembalas kebaikan. Artinya orang lain dapat kebaikan kita, kita dapat pahala atas kebaikan kita tersebut.

Kalau dilihat dari cerita di atas, Ujang mendapat semangkuk bubur dan saya mendapat semangkuk pahala, amin ya Allah.

Semoga kita semua diberi kesempatan untuk selalu berbuat kebaikan, terutama kepada siapa saja yang membutuhkan, amin.

Cirebon, 20 Juli 2012 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By