Breaking News

Minggu, 22 Juli 2012

KENANGAN DI BULAN PUASA

Ketika sholat tarawih tadi, aku melihat ada seorang bapak yang mengajak anaknya untuk sholat tarawih bersamanya. Usia anak itu kira-kira 7 tahun. Aku sangat iri  dengan anak itu. Aku teringat pada masa-masa ketika aku masih kecil. Pada saat itu aku sholat tarawaih bersama adik lelakiku dan dua kakak perempuanku.

Aku tak pernah protes. Aku tak pernah meminta ayahku untuk mengajakku ke masjid, ikut sholat tarawih bersamanya. Ketika itu ayahku tak pernah ke masjid. Ayahku tak pernah ikut sholat tarawih berjamaah bersama dengan umat muslim lainnya.

Ayahku tak pernah bisa melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid. Ayah punya kegiatan lain. Ayah punya kesibukan sendiri. Setiap malam, ayah berjualan pakaian di pasar malam. Selepas Ashar, ayah berangkat menuju ke tempat berjualannya. Aku dan adikku ikut membantu ayahku menyiapkan barang-barang dagangan. Ketika barang dagangan sudah tertata rapi, aku dan adikku pulang. Setiap hari kami berbuka puasa di rumah. Aku, adikku dan dua orang kakak perempuanku. Ibu dan ayahku berbuka puasa di tempat berjualan.

Bulan puasa adalah bulan yang selalu ditunggu oleh ayah dan ibuku. Karena pada bulan itu pembeli sudah mulai ramai untuk persiapan menyambut hari lebaran. Puncaknya adalah pada akhir bulan Ramadhan atau pada malam takbiran.

Sampai saat ini, aku masih teringat kenangan itu. Dimana aku tidak bisa sholat tarawih bersama ayahku. Tapi aku maklum dan sangat mengerti keadaan orangtuaku. Aku berharap suatu saat nanti aku bisa melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid bersama ayahku. Pada tahun 1990, kami sekeluarga pindah tempat tinggal. Ayah sudah tidak lagi berjualan pakaian di malam hari. Pada saat bulan puasa, aku bisa melaksanakan sholat tarawih berjama'ah di masjid bersama ayah meskipun saat itu aku sudah  bukan anak-anak lagi. Ketika itu aku sudah kuliah semester tiga.

Kenangan itu telah berlalu, namun masih membekas dalam ingatanku. Terimakasih ayah, aku bangga padamu. Ya Allah, sayangilah kedua orangtuaku sebagaimana mereka  menyayangi aku ketika aku masih kecil. Aamiiin .....



Cirebon, 22 Juli 2012
ditulis oleh : Guntur Sumitro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By