Breaking News

Selasa, 05 Juni 2012

SABAR ITU INDAH




Oleh : Goen Mitoro

Hari ini, saya membaca status facebook sahabat saya. Dia bernama Sarinda Bartoyo (maaf, bukan nama sebenarnya). Nama tersebut artinya ‘Sabar Itu Indah’ dan ‘Sabar to yo’ (maksa banget sih). Statusnya seperti ini : “Aku dikira mengambil alih tugasnya. Tuhan tolong, apa yang harus kulakukan?”. Beberapa bagian dari status itu telah di-edit dan diperhalus untuk konsumsi publik (ceillee...).

Pernahkah teman-teman mengalami hal seperti yang dialami sahabat saya itu. Bagi yang sudah pernah, tentu tahu bagaimana caranya harus bersikap bukan? Bagi yang belum pernah, mungkin saja bilang “ih amit-amit deh!”

Dalam kehidupan ini, hal-hal seperti itu memang tak bisa kita hindari. Bahkan hal-hal yang lebih buruk pun mungkin bisa saja terjadi terhadap kita. Nah, bagaimana cara kita menghadapi dan menyikapinya?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan bila menemui hal-hal seperti contoh di atas. Cara pertama adalah : lari dan hindari. Yang kedua yaitu : hadapi sebisa mungkin dengan cara apapun dan bagaimanapun. Nah, cara yang ketiga adalah : hadapi dengan sabar. Selesaikan masalah atau perselisihan dengan hati tenang dan pikiran jernih. Jangan mengedepankan emosi, apalalagi berniat ingin melukai orang lain. Kalau emosi sudah bicara maka hal yang lebih buruk akan terjadi.

Salah paham atau miskomunikasi antara teman kerja atau teman sekantor itu adalah hal yang wajar. Selesaikanlah masalah antara teman kerja dengan cara baik-baik. Jelaskan duduk perkaranya dan cari titik temu. Sadari kesalahan dan kekeliruan masing-masing, kemudian minta maaf.

Keponakan saya, Bima yang duduk di kelas 2 SMP pernah kasih teka-teki sama saya begini : “Kenapa anak anjing dan anak kucing sering bertengkar? Ayo om apa jawabannya?” Tentu saja saya bingung dan menjawab sekenanya “Karena mereka adalah musuh bebuyutan”. Sambil tertawa Bima berkata “Jawabannya salah om”. Lalu saya balik bertanya “Apa dong jawabannya? Om nyerah deh!” Kemudian Bima memberitahu saya jawabannya, “Namanya juga anak-anak, biarin aja, ntar juga mereka baikan lagi.”

Teka-teki itu hanya sekedar lelucon saja, tapi cukup menonjok juga. Kalau anak-anak bertengkar dengan temannya, tidak lama kemudian mereka sudah kembali bermain bersama lagi. Namun bila orang dewasa yang berselisih paham atau bertengkar, dendamnya setengah mati.     

Kalau teman kerja membuat jengkel atau kesel, anggap saja itu sebagai ujian dari Tuhan. Semestinya kita harus berterimakasih kepada teman kita itu. Karena dia  sudah dijadikan ‘alat peraga’ dalam ‘laboratorium’ kehidupan kita. Alat peraga yang  menguji praktek kesabaran kita. Wah lucu juga ya (ah biasa aja kok).  

Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat sahabat saya dan juga untuk teman-teman semua. Semoga kita selalu diberikan kesabaran dalam menghadai cobaan dan ujian, amin. 


"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah : 153).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By