Breaking News

Senin, 14 Mei 2012

REFERENSI BUKU


Notes From Qatar 2
Berbuat Positif dan Kekuatan Mimpi

Honest, Humble, Helpful. Itulah tiga kata yang menjadi roh dalam buku kedua Notes From Qatar. Buku ini ditulis berdasarkan cerita-cerita Assad sewaktu menempuh studi S-2 di Qatar.
Buku ini membahas banyak hal biasa yang tanpa disadari memiliki kekuatan perubahan yang besar. Nyatanya, banyak hal bisa kita lakukan untuk membuat hidup lebih bermakna, salah satunya dengan berbagi dengan orang lain. Assad menyentil bahwa pemuda adalah aset bangsa paling berharga yang harus mempunyai tujuan hidup, bukannya tenggelam dalam masa peralihan ini.
Sedekah, ikhlas, pemaaf adalah beberapa bahasan dalam buku NFQ 2. Sejalan dengan NFQ 1, Assad memberikan banyak motivasi segar bagi siapa saja yang ingin berbenah. “Saya ingin orang-orang menyadari potensinya dan hidup dengan lebih sukses. Kita harus berani keluar dari ‘zona nyaman’ menuju tantangan baru.”
Satu hal yang tak pernah jemu diingatkan Assad ialah jangan pernah berhenti bermimpi. Kekuatan mimpi yang terus kita ulang-ulang dan berusaha diwujudkan mempunyai kekuatan besar yang mendorong kita kepada kesuksesan.
(Notes From Qatar 2/ Muhammad Assad/ Elex Media Komputindo/2012/ISBN:978-602-00-1833-1)


Berjalan Menembus Batas
Semua Orang Bisa Sukses

Keterbatasan fisik, materi dan lingkungan terkadang menjadi dalih tidak dapat meraih impian. Padahal, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Kesungguhan menumbuhkan harapan, sikap positif, dan memperbesar peluang berhasil bagi yang melakukannya. Cerita-cerita inspiratif dalam buku ini membuktikan kebenaran pepatah Arab itu. Kekurangan menjadi suatu kekuatan dan keterbatan bukanlah halangan dalam meraih keberhasilan.
Dengan ditulis langsung dari pengalaman nyata para tokoh, buku yang salah satu penulisnya merupakan penulis buku best seller Negeri 5 Menara ini menularkan roh penuh semangat untuk bangkit menembus batas.
(Berjalan Menembus Batas/ A. Fuadi, dkk./ Bentang Pustaka, Yogyakarta/Januari 2012/ ISBN : 978-602-88-1162-0)
 
Gadis Kretek
Ratih Kumala
Gramedia Pustaka Utama

Keluarga besar pemilik Kretek Djagat Raya sedang resah karena sang romo, Pak Raja sedang sakit keras. Peliknya, ketika kritis Pak Raja malah berulang kali menyebutkan nama wanita yang bukan istrinya – Jeng Yah. Dua kata yang membuat istrinya mengamuk tiada henti dan anak-anaknya kelabakan. Ternyata sang romo juga ingin bertemu Jeng Yah.
Akhirnya, kakak beradik. Tegas, Karim dan Lebas, harus susah payah mencari wanita asal Kudus itu – satu-satunya informasi yang mereka miliki dan berusaha mengorek misteri asal luka kepala ayahnya. Perjalanan mereka mengurai rahasia terpendam tentang Kretek Djagat Raya. Pembaca akan dibawa kembali ke masa penjajahan ketika industri rokok mulai berkembang. Penulis membumbui cerita ini dengan konflik cinta yang menarik.
Pembaca akan disuguhi cerita tentang kehidupan pewaris perusahaan kretek yang tak semanis cerita dongeng. Bagaimana impian ketiga pewaris yang berlimpah harta harus bersaing dengan mimpi sang ayah. Ada kegetiran di sana. Ternyata uang tak selamanya menghadiahkan lebih banyak pilihan dan mewujudkan mimpi-mimpi empunya dengan mudah.

Coloured Lights
Leila Aboulela
Gramedia Pustaka Utama

Kelincahan Leila Aboulela melompat dari satu budaya ke budaya lain dalam bercerita tak menghalangi kenyamanan menikmati tulisannya. Simak cerpen Museum – yang memenangi Caine Prize for African Writing. Leila mengisahkan pergulatan hati Shadia, mahasiswi cerdas asal Khartoum, Sudan yang sedang mengambil gelar MSc. Bidang statistik di universitas di Inggris. Ia mulai memerhatikan Bryan, mahasiswi Inggris sederhana namun terasa mengena di hatinya. Padahal, di Khartoum, Shadia sudah bertunangan dengan Fareed, pemuda asal keluarga mapan dan diharapkan dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
Dilema percintaan klasik ini direkatkan Leila dengan kegelisahan umum para perantau. Kerinduan Shadia pada suara azan Subuh menyiratkan ciri khas Leila yang berusaha menampilkan pencarian identitas sebagai Muslim. Si tokoh justru tampil tak ideal, karena di sanalah kekuatan pada cerpen-cerpen Leila – perjalanan spiritual si karakter kembali pada Tuhan ketika melalui masa-masa sulit dalam hidup.


Pohon Abadi & 100 Cerita Inspiratif dari Seluruh Dunia
Margaret Silf
Gramedia Pustaka Utama

Seorang wanita cantik berpakaian indah, baik hati, selalu menjadi perhatian. Ke mana pun ia pergi semua orang selalu ingin menyapa dan bicara padanya. Seorang gadis miskin berpakaian compang-camping merasa iri. Parasnya tak kalah cantik, tapi tidak ada yang memperhatikan apalagi mengajaknya bicara.
Suatu hari, ia memberanikan diri untuk bicara pada wanita berpakaian indah itu. Si gadis miskin ingin meminjam bajunya dan jalan bersamanya, ia mengharapkan perhatian yang sama. Permintaan itu segera dikabulkan, semua orang memerhatikan mereka berdua, kedua wanita ini pun kemudian bersahabat. Wanita ini mengagumi sosok si wanita miskin yang ternyata adalah seorang yang bijak. Cerita tersebut adalah satu dari 100 kisah dalam buku ini. Berbagai kisahnya dapat membawa kita lebih dekat pada jati diri yang sejati dan yang paling kita dambakan.



Indonesia Mengajar
Pengajar Muda
Bentang Pustaka, 2011

Buku berisi kumpulan kisah para Pengajar Muda ini berusaha mengingatkan kita betapa mudah akses kita terhadap pendidikan dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pelosok Nusantara. Di saat kebanyakan orang-orang mencari pekerjaan tetap yang menjanjikan, para pengajar muda justru keluar dari zona nyaman dan memilih memberikan ilmu kepada anak-anak di pinggiran negara ini.

Panggilan hati para pengajar muda membawa mereka kepada pengalaman tak terlupakan. Berbagai kesulitan seperti akses jalan, kelangkaan listrik, bahkan keadaan masyarakat yang kurang menerima sempat menghadang mereka. Lewat tulisan mereka, kita dapat mengetahui seperti apa sebenarnya keadaan pendidikan Indonesia di lapangan.

Tak hanya memberikan pelajaran bagi anak-anak pelosok, para pengajar muda juga mendapat pelajaran dari warga setempat seperti latihan mengasah kemampuan berkomunikasi, beradaptasi bahkan makna hidup yang lebih baik. Pengabdian mereka diharapkan mampu membentuk generasi muda bangsa yang lebih baik.

(sumber : Majalah Kick Andy, edisi Januari 2012)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By