Breaking News

Rabu, 30 Mei 2012

GUNUNG GUNTUR (bag. 6)



          Halo teman-teman apa kabar? Jumpa lagi denganku, Guntur. Aku mohon maaf, karena pada cerita yang  lalu aku tidak bisa menjumpai teman-teman. Tapi aku sudah minta sama adikku, Atang, untuk  bercerita tentang Bubur Tahu (Bukittunggul, Burangrang ,dan Tangkuban Perahu). Atang juga menyinggung sedikit tentang legenda Sangkuriang. Nah, sekarang teman-teman sudah tahu kan kalau Tangkuban Perahu artinya Perahu yang terbalik. Tunggul adalah pokok pohon yang habis ditebang, sedangkan Rangrang itu berarti ranting-ranting pohon.
           
Dalam kesempatan ini, aku akan bercerita tentang Ceremai atau yang biasa aku panggil Aa’ Mai. Ceremai adalah gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaaan laut. Manusia kadang suka salah menyebut atau memanggil Aa’ Mai dengan nama Ciremai. Bahkan ada sebuah rumah sakit di kota Cirebon yang bernama Rumah Sakit Ciremai. Jadi sekarang teman-teman sudah tahu kan, kalau yang benar adalah Ceremai bukan Ciremai. Ingat ya, jangan salah lagi loh.
           
Ceremai terletak di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka. Ceremai memiliki dua buah kawah, yaitu Kawah Barat yang beradius  400 meter dan Kawah Timur dengan radius 600 meter. Kini Ceremai termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC) yang memiliki luas total sekitar 15.000 hektar.        
           
Ada banyak jalur pendakian untuk mencapai puncak Ceremai. Diantaranya adalah melalui Desa Palutungan dan Desa Linggarjati di Kabupaten Kuningan. Selain itu,  juga bisa melalui Desa Apuy di Kabupaten Majalengka. Ketiga jalur tersebut adalah jalur yang banyak dilalui karena akses yang mudah.  Jalur pendakian yang jarang digunakan ialah melalui Desa Padabeunghar di perbatasan Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Majalengka.

Desa Linggarjati adalah desa yang bersejarah. Di desa tersebut terdapat Gedung Linggarjati yang sekarang dijadikan museum untuk mengenang Perjanjian Linggarjati yang diselenggarakan pada tahun 1946.
           
Kembali ke PUN ..... CAK !!. Bila teman-teman telah tiba di puncak Ceremai, teman-teman dapat menyaksikan kawah-kawah gunung Ceremai yang sangat menakjubkan. Selain itu, teman-teman juga dapat menikmati panorama yang menarik ke arah kota Cirebon, Majalengka, Bandung, Laut Jawa, Gunung Slamet dan gunung-gunung di Jawa Barat. Pemandangan yang lebih menarik dapat dijumpai pada saat matahari terbit dari arah Laut Jawa. Suhu di Pucak Ceremai berkisar antara 8 sampai 13 derajat celcius.
           
Nah, itulah ceritaku tentang Ceremai. Nanti kalau bang Helmi Yahya bertanya seperti ini "Apakah C, nama gunung tertinggi di Jawa Barat?" Sudah pasti jawabannya adalah Ceremai. Pada kesempatan berikutnya, aku akan ceritakan tentang Galunggung dan Telaga Bodas. Aku pamit mundur dulu ya. Sampai jumpa. 

Daftar Pustaka :
www.wikipedia.com
illtorro.blogspot.com

2 komentar:

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By