Breaking News

Senin, 21 Mei 2012

GUNUNG GUNTUR (bag. 4)



Halo teman-teman, apa kabar? Kita berjumpa lagi ya. Kali ini aku akan memperkenalkan kakakku Cikuray, aku biasa memanggilnya dengan Aa’ Ray. Selain itu, aku juga akan memperkenalkan adikku, Papandayan, dia biasa ku panggil Dayan.

Inilah kakakku Cikuray. Dia yang akan bercerita mengenai dirinya. “Aa’ Ray, ayo segera dimulai ceritanya”    

CIKURAY

“Baiklah, makasih ya Gun”.

Hai, namaku Cikuray, sama seperti Guntur, aku juga berada di Kabupaten Garut, tepatnya di sebelah selatan kota Garut, yaitu di perbatasan kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung.

Aku mempunyai ketinggian 2.821 meter di atas permukaan laut. Aku adalah gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gede. Jika dilihat dari kejauhan, aku seperti kerucut raksasa yang tinggi menjulang.

Untuk mencapai puncakku, ada tiga jalur pendakian yaitu, Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung. Ketiga jalur ini menawarkan medan yang sangat menarik dan mempunyai karakteristik yang berbeda. Jika ingin  cepat sampai, teman-teman dapat memilih jalur Bayongbong, namun jalur ini adalah yang paling terjal. Jika teman-teman memilih jalur Dayeuh Manggung, teman-teman akan menyaksikan hijaunya pemandangan kebun teh yang begitu menyejukkan mata.

Untuk dapat tiba di puncakku, teman-teman membutuhkan waktu tempuh selama delapan sampai duabelas jam. Aku juga memiliki alam hutan yang begitu alami, karena hampir tidak banyak orang yang tertarik untuk mendaki. Setibanya di puncakku, terpampang pemandangan alam yang begitu indah dan mempesona.

“Oke Gun, ceritaku sudah selesai. Silakan dilanjut ya.”

“Hatur nuhun, Aa’ Ray, aku mau lanjutkan lagi nih”. Oh iya teman-teman, selanjutnya aku akan memperkenalkan adikku, Papandayan. Dia juga akan bercerita tentang dirinya. “Ayo dek, dimulai ceritanya”
               
PAPANDAYAN

    “Baiklah, makasih ya Aa’ Gun”.

Halo teman-teman, namaku Papandayan. Seperti Aa’ Ray dan Aa’ Gun, aku juga berada di kabupaten Garut, tepatnya di kecamatan Cisurupan. Aku terletak  sekitar 70 km sebelah tenggara kota Bandung.

Aku memiliki ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Aku merupakan gunung tertinggi kelima di Jawa Barat setelah kakakku Cikuray. Aku memiliki beberapa kawah yang terkenal, yaitu : Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari bagian dalamnya.

Aku sangat terkenal di kalangan para pendaki, khususnya para pendaki pemula. Selain  keindahan alam dan kawah belerang yang masih aktif, aku juga memiliki padang Edelwies yang sangat luas dan banyak pula pohon Mutiara Putih. Aku merupakan cagar alam yang banyak menyimpan keanekaragaman hayati dan obyek-obyek wisata alam yang indah.

Untuk melakukan pendakian, teman-teman dapat memilih jalur Cisurupan, jalur Pengalengan, atau jalur Cileleuy. Jalur Cisurupan adalah jalur yang paling menyenangkan, karena tidak perlu lama dan jauh berjalan, namun sudah sampai di objek wisata. Perjalanan dapat dihemat dengan menggunakan angkutan bak terbuka. Teman-teman hanya butuh waktu satu jam untuk melihat kawah Papandayan. Untuk mencapai puncakku tidaklah terlalu sulit, karena jalurnya cukup landai, hanya perlu berjalan kaki selama dua jam.

“Oke a’, ntos heula nya' mangga atuh dilanjut ”.

“Hatur nuhun Dayan, aku ingin tutup dulu deh”. Nah teman-teman sekian dulu ya ceritaku tentang Cikuray dan Papandayan. Sampai jumpa pada ceritaku selanjutnya


Catatan :
Hatur nuhun : Terimakasih
'ntos heula   : sudah dulu
mangga       : silakan

Daftar Pustaka :
www.wikipedia.com
www.gappala14.wordpress.com
www.trackpacking.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guntur Sumitro | Design by : Andre | Tempaltes By